RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim memastikan program merger sekolah di Kota Bogor akan tetap berlanjut.
Hal itu menurut Dedie Rachim sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan guru yang setiap tahun semakin terasa.
Menurut Dedie Rachim, kebutuhan tenaga pendidik menjadi salah satu persoalan serius dalam pengelolaan sekolah negeri.
Jumlah guru yang pensiun terus meningkat, sementara guru pengganti tidak sebanding. Kondisi ini berdampak pada pemerataan kualitas pembelajaran di sejumlah wilayah.
“Tenaga pengajar semakin hari semakin menyusut karena pensiun, sementara guru penggantinya tidak sebanyak guru yang pensiun. Maka program merger sekolah tetap harus kita laksanakan,” kata Dedie saat meresmikan SDN Duta Pakuan, Kamis 11 Desember 2025.
Dedie menjelaskan, kebijakan merger dilakukan untuk menyesuaikan rasio jumlah siswa dengan ketersediaan guru dan ruang belajar.
Selain efisiensi sumber daya, langkah ini juga ditujukan untuk memastikan setiap sekolah memiliki struktur tenaga pendidik yang optimal.
Ia menegaskan, merger bukan sekadar penggabungan sekolah, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan. Sebab mereka harus terus menghitung rasio dari jumlah SD dan SMP negeri.
"Jika kita ingin mendorong wajib sekolah dari 9 tahun menjadi 12 tahun, maka penguatan struktur sekolah menjadi keharusan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan skema bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu untuk bersekolah di lembaga swasta.
Kebijakan ini diambil untuk sementara waktu hingga rasio sekolah negeri di tiap wilayah lebih merata.
“Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan kita bantu agar bisa bersekolah, tidak hanya di negeri, tapi juga di swasta melalui APBD,” kata Dedie Rachim.
Ia menambahkan, ke depan Pemkot masih membutuhkan pembangunan sekolah tingkat SMA, seperti SMA Negeri 11 di Kayu Manis dan SMA Negeri 12 di Kertamaya, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan pendidikan menengah.
Untuk diketahui, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, mengatakan pembangunan SDN Duta Pakuan dan SDN Cimahpar tiga jadi gedung sekolah baru yang diresmikan.
Fasilitasnya meliputi ruang kelas, laboratorium, ruang ekskul, ruang serbaguna, ruang perusahaan, rooftop, hingga toilet siswa dan guru.
“SD Duta Pakuan dibangun dengan anggaran Rp18 miliar, sementara SD Cimah Partiga Rp14 miliar. Keduanya kini siap dipakai setelah peresmian,” ujarnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin