RADAR BOGOR – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat IPB University menyelenggarakan Sekolah Islam Gender (SIG).
Kegiatan yang pertama kali ini digelar pada 10–11 Desember 2025 di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB).
Ketua Komisariat PMII IPB, Miftachus Salam menjelaskan kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi PMII IPB.
Sebab selama delapan tahun berdiri, komisariat belum pernah memiliki sekolah kaderisasi non-formal yang fokus pada penguatan perspektif gender.
SIG 2025 pun menarik minat peserta dari berbagai kampus, di antaranya IPB University, UNUSIA Bogor, STIT Assa’idiyyah, dan Universitas Pakuan (UNPAK).
Program dua hari tersebut dirancang untuk memperkenalkan perspektif keadilan gender dalam bingkai nilai keislaman yang inklusif dan progresif.
"Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh lintas bidang yang memberikan pandangan strategis mengenai isu perempuan, kepemimpinan, dan tantangan sosial kontemporer," jelasnya.
Menurutnya seluruh rangkaian SIG diinstrukturi langsung oleh Ketua KOPRI PC PMII Kota Bogor, yang memberikan kerangka konseptual gerakan serta arah penguatan kapasitas kader perempuan.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan tujuh materi wajib, meliputi Konsep Dasar Islam, Gender dan Seksualitas, Al-Qur’an dan Hadis Perspektif Gender, Fiqih Perempuan, Hukum Islam di Indonesia, Keorganisasian KOPRI, serta Citra Diri Kader KOPRI.
Materi disampaikan melalui metode dialogis dan reflektif untuk mendorong pemahaman kritis mengenai relasi gender dan konstruksi sosial.
Miftachus menyebut SIG sebagai “lompatan historis” bagi gerakan kaderisasi perempuan di lingkungan PMII IPB. Ini bukan hanya program kerja, tetapi tradisi keilmuan yang ingin kami bangun.
"Kami berharap SIG menjadi wadah bagi kader KOPRI untuk menguatkan intelektualitas dan perspektif keadilan gender,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya SIG 2025, KOPRI PMII IPB menegaskan komitmennya membangun ruang pengkaderan yang lebih progresif dan responsif terhadap isu-isu perempuan, sekaligus memperkuat posisi kader perempuan dalam gerakan sosial-keislaman di Kota Bogor.(uma)
Editor : Alpin.