Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sandang Gelar Doktor di IPB University, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Raih IPK 4,0

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 15 Desember 2025 | 14:53 WIB
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat memberikan keterangan pasca melaksanakan Sidang Disertasi.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono saat memberikan keterangan pasca melaksanakan Sidang Disertasi.

RADAR BOGOR - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono berhasil menyandang gelar Doktor di IPB University. Sidang disertasinya dilaksanakan pada, Senin 15 Desember 2025.

Momen tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara. Mulai dari Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, hingga Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Studi doktoral di IPB University diselesaikan dalam kurun waktu enam tahun. Hasilnya tidak sia-sia, Sudaryono berhasil meraih IPK tertinggi 4,0.

Selama menempuh pendidikan S3, Sudaryono menyusun disertasi dengan judul, Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN, Pasca Kebijkan Holdingisasi di Indonesia.

Hasil dari penelitiannya, Holdingisasi dipandang Sudaryono merupakan kebijakan yang tepat. Namun, ada beberapa catatan yang ditemukannya.

“Pertama berdasarkan holidingisasi harus mencermati secara cermat rasio likuiditas (current ratio) dan debt to equity ratio atau pengelolaan hutang,” jelasnya.

Catatan berikutnya adalah holdingisasi harus menyeleraskan perusahaan-perusahaan yang telah bergabung. Semakin cepat selaras makan akan semakin baik.

“Karena kalau lama tidak selaras akan berbiaya dan mengerus keuntungan perusahaan,” kata Sudaryono pada awak media, Senin 15 Desember 2025 siang.

Ada tiga sektor yang telah melakukan holdingisasi. Namun Sudaryono menerangkan kebijakan pada sektor pertanian atau pupuk jadj paling terbaik.

“Subsidi pupuk yang tadinya diujung produk akhir, dialihkan ke subsidi bahan baku, dan ini berimplikasi positif terhadap kinerja keuangan BUMN yaitu Pupuk Indonesia,” jelasnya.

Ada efisiensi 4,1% dan 3,6% yang digunakan untuk dikembalikan ke rakyat dalam bentuk diskon pupuk bersubsidi sebesar 20% tanpa input APBN anggaran baru.

“Jadi semua itu hanya bersumber dari efisiensi dan efektivitas kegiatan bisnis Pupuk Indonesia,” ucapnya.

Hasil penelitian Sudaryoni menuai apresiasi dari berbagai pihak. Satu diantaranta yaitu Menteri Pertanian (Mentan) Indonesia, Amran Sulaiman.

Amran menyebut apa yang ditulis Sudaryono dalam disertasinya sudah dilakukan dalam kinerjanya sebagai pejabat negara. Contohnya dia sebagai Komut di Pupuk Indonesia.

“Beliau komut disana (Pukuk Indonesia) pupuk turun 20 persen. Jadi luar biasa masih muda cerdas ini pemimpin kita hari ini dan masa depan. Selamat kepada Sudaryono sekarang mendapat gelar doktor dengan IPK 4,0,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#Wamentan #SUDARYONO #ipb university