RADAR BOGOR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor mulai melakukan proyek pelebaran lajur jalan di Simpang Warung Jambu, Kecamatan Bogor Utara.
Pelebaran Simpang Warung Jambu ini dilakukan untuk mengatasi penumpukan kendaraan yang kerap terjadi di lampu merah kawasan tersebut.
Pelebaran difokuskan pada lajur belok kiri langsung di Jalan Achmad Adnawijaya atau turunan dari arah Jalan Pandu Raya.
Proyek pelebaran ini merupakan tindak lanjut atas usulan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor setelah dilakukan peninjauan terhadap kondisi lalu lintas di Simpang Warung Jambu.
Berdasarkan hasil evaluasi, arus kendaraan dari kaki simpang Jalan Achmad Adnawijaya kerap terhambat karena bercampurnya kendaraan yang bergerak lurus, belok kanan, dan belok kiri, sehingga menimbulkan antrean panjang.
Selain pelebaran fisik jalan, Dishub juga mengusulkan penyesuaian waktu lampu lalu lintas pada masing-masing kaki simpang untuk membantu mengurai kemacetan.
Namun, solusi utama yang saat ini dilaksanakan adalah pembuatan lajur belok kiri langsung yang dimulai dari area U-Turn hingga mendekati mulut simpang.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari, menjelaskan pelebaran lajur belok kiri dilakukan dengan memanfaatkan trotoar eksisting yang akan diubah menjadi badan jalan.
“Pelebaran lajur belok kiri langsung ini dilakukan dengan membongkar trotoar yang ada dan mengalihkannya menjadi badan jalan. Sementara untuk pejalan kaki, trotoar baru akan dipindahkan dan dibangun di atas saluran drainase,” ujar Agus.
Ia menyebutkan, panjang pelebaran lajur jalan tersebut mencapai sekitar 145 meter dengan lebar bervariasi antara 1,40 meter hingga 2 meter.
Trotoar baru nantinya akan dibangun di atas saluran dengan lebar sekitar 1,5 meter.
“Tujuan utama pekerjaan ini untuk meningkatkan kapasitas jalan dan kemudahan pergerakan kendaraan, khususnya dari arah Taman Corat-Corat menuju Jalan Pajajaran. Dengan adanya lajur belok kiri langsung, kendaraan dari arah tersebut tidak lagi tertahan oleh arus lurus maupun belok kanan,” jelasnya.
Agus menambahkan, proyek pelebaran ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun. Untuk meminimalkan dampak kemacetan selama proses pengerjaan, sebagian besar pekerjaan dilakukan pada malam hari.
“Target kami, pengecoran jalan selesai minggu ini. Pekerjaan penggalian dan pengecoran dijadwalkan pada malam hari, mulai pukul 22.00 hingga pagi, agar tidak mengganggu lalu lintas pada siang hari,” katanya.
Menurut Agus, pelaksanaan proyek sempat terkendala keberadaan utilitas di lokasi pekerjaan.
Saat ini, koordinasi dengan sejumlah penyedia utilitas tengah dilakukan untuk memindahkan tiang dan jaringan yang berada di area pelebaran.
“Ada sekitar enam titik kumpulan tiang yang harus dipindahkan. Proses pemindahan tiang dan penyesuaian utilitas lainnya sedang berjalan. Setelah itu, pekerjaan perapian akan dilanjutkan hingga penyerahan pekerjaan,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.