RADAR BOGOR – Aliran air Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di sejumlah wilayah Bogor Timur dan Bogor Utara dipastikan berhenti mengalir sementara pada Rabu malam, 17 Desember 2025.
Gangguan layanan Perumda Tirta Pakuan ini terjadi seiring pekerjaan pemeliharaan jaringan distribusi berupa penggantian stop valve berukuran 700 milimeter di Intake Pasir Angin.
Manajer Produksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Budi Setyawan, mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas air baku yang disalurkan kepada pelanggan.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas air baku, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor akan melaksanakan kegiatan penggantian stop valve 700 milimeter di Intake Pasir Angin,” ujar Budi dalam keterangan resminya.
Pekerjaan teknis tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025, mulai pukul 21.00 WIB hingga 03.00 WIB, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar enam jam.
Selama proses berlangsung, distribusi air ke sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor diperkirakan mengalami gangguan hingga penghentian sementara.
Adapun pekerjaan ini berdampak pada pasokan air baku dan air minum di Zona 7, dengan total sekitar 31 ribu sambungan rumah terdampak.
Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bogor Timur, Kecamatan Bogor Utara, serta sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Di Kecamatan Bogor Timur, wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Katulampa dan Kelurahan Baranangsiang.
Sementara di Kecamatan Bogor Utara, gangguan pasokan air terjadi di Kelurahan Tanah Baru, Cimahpar, Ciluar, Ciparigi, Kedung Halang, dan Cibuluh. Adapun wilayah Kabupaten Bogor yang terdampak berada di Kecamatan Sukaraja.
Secara rinci, di Kelurahan Katulampa gangguan pasokan air diperkirakan dirasakan warga Perumahan MBR, Parung Banteng, Bantar Kemang, Jalan R3, Perumahan Kemang Regency, Griya Bogor Raya.
Kemudian Taman Pajajaran, Pajajaran Regency, Griya Katulampa, River Side, Bogor Lake Side, Kampung Pasir, Kemang Permata, Grand Padjajaran Regency, Graha Padjajaran, dan sekitarnya.
Di Kelurahan Baranangsiang, wilayah terdampak meliputi sebagian Jalan Pajajaran, Perumahan Vila Duta, RS Mayapada, Hotel Swiss-Bel.
Kawasan Kuliner Pajajaran Indah, Jalan Ciheuleut, Pulo Armin, Babakan Asem, Perumnas Bantar Kemang, Jalan Bina Marga, Jalan Pajajaran Indah, dan sekitarnya.
Gangguan pasokan air juga dirasakan warga Kelurahan Tanah Baru, khususnya di Jalan Tanah Baru, Bogor Lakeside, Taman Kenari, Hollywood, Taman Soka, dan sekitarnya.
Sementara di Kelurahan Cibuluh, wilayah terdampak meliputi Jalan Raya Cibuluh, Jalan Raya Kaum Sari, dan kawasan sekitarnya.
Untuk Kelurahan Ciluar, area terdampak berada di Jalan Ciluar, Pondok Aren, Ciluar Asri, dan sekitarnya.
Di Kelurahan Ciparigi, gangguan meliputi Vila Bogor Indah II, Damara Village, Jalan Pomad, Jalan Ciparigi, dan sekitarnya.
Sedangkan di Kelurahan Kedung Halang, wilayah terdampak meliputi Jalan Kedung Halang, Jalan Pemda Kabupaten, Saba Utama, Jalan Kopem, dan sekitarnya.
Di Kelurahan Cimahpar, gangguan pasokan air diperkirakan terjadi di Jalan Cimahpar, Botanica, Bogor Raya Residence, Haji, Jalan Hanafiah Indabaso, dan sekitarnya.
Sementara di wilayah Kabupaten Bogor, gangguan pasokan air dirasakan warga Kelurahan Sukaraja, khususnya di Perumahan Summarecon, Griya Soka, dan sekitarnya.
Budi pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Pihaknya mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai guna memenuhi kebutuhan air bersih selama perbaikan berlangsung.
Sebagai bentuk pelayanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Pakuan menyiagakan enam unit mobil tangki air bersih untuk membantu suplai air sementara di wilayah terdampak.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih darurat dapat menghubungi layanan pelanggan melalui Call Center di nomor (0251) 8324111 atau melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-1182-123.
"Perumda Tirta Pakuan memastikan pekerjaan penggantian stop valve ini dilakukan demi meningkatkan kualitas serta kontinuitas pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya," jelas Budi. (uma)
Editor : Yosep Awaludin