Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Lebih dari Dua Saksi Diperiksa, Terduga Pelaku Rudapaksa Terhadap Bocah di Bogor Barat Diburu Polisi

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 16 Desember 2025 | 17:57 WIB
Ilustrasi pelecehan
Ilustrasi pelecehan

RADAR BOGOR - Kasus dugaan rudapaksa dua bocah di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, memasuki babak baru.

Lebih dari dua orang saksi telah menjalani pemeriksaan di Polresta Bogor Kota, guna mengungkap kasus rudapaksa tersebut.

Kanit PPA Polresta Bogor Kota, Ipda Firman, mengatakan keterangan dari para saksi sudah dirasa cukup. Pihaknya segera mencari keberadaan terduga pelaku.

“Pemeriksaan saksi-saksi sudah. Untuk jumlah pastinya saya lupa tapi yang pasti lebih dari dua. Keterangan dari mereka sudah cukup,” jelas Firman pada Radar Bogor.

Firman mengatakan, untuk mencari keberadaan pelaku, mesti dilakukan beberapa tahap. Pertama, pihaknya akan mendatangi rumah atau tempat tinggal korban.

“Insya allah hari Jumat berbarengan dengan piket kami akan ke rumah korban. Kami mau jalan sudah diobrolkan dengan anggota,” terang Firman kepada Radar Bogor, Selasa 16 Desember 2025 sore.

Meski terduga pelaku kabur, namun mendatangi lingkungan, tempat tinggal korban jadi hal yang penting. Ini akan menjadi informasi awal untuk melakukan pencarian.

“Iya, kami kan mesti maping dulu. Infomah kan dari mana aja, mangkannya kita mau ambil langkah kesitu dulu. Insya allah kasus ini tertangani,” tegas Firman.

Diinformasikan sebelumnya, korban kasus dugaan pencabulan ini menimpa dua anak yang masih di bawah umur. Pertama masih berusia lima tahun dan yang kedua 15 tahun.

Komisioner KPAID Kota Bogor, Geri Tri Ekanova, mengatakan kasus ini pertama kali dialami oleh korban yang berusia 15 tahun. Kejadiannya sudah satu tahun yang lalu.

“Kemudian dia menutupi selama ini seolah tidak terjadi apa-apa datar aja, karena mungkin usianya masih anak anak tadi ya,” jelas Geri.

Aksi ini dilakukan di rumah terduga pelaku yang merupakan satu kampung dengan korban. Menurut pengakuan korban, prilaku bejat itu bukan sekali saja dilakukan.

“Kalau yang SMP sudah penetrasi. Itu yang kejajdiannya satu tahun lalu. Hasil visumnya juga menunjukan begitu, terduga pelaku sempat melakukan penetrasi tadi,” ucap Geri.

Korban tinggal bersama sang ayah. Namun dirinya rutin diasuh tetangga. Lantaran sang ayah bekerja dan profesinya sebagai seorang pemulung.

Kasus ini sempat tidak tercium siapapun. Sampai pada satu waktu muncul korban lain. Dia merupakan anak yang baru menginjak usia lima taun.

“Si anak ini cerita ke ibunya. Kalau sering dicium dan dipegang-pegang sama pelaku. Ibunya kaget dan terdengar sama si anak SMP tadi, akhirnya warga lain ikut kaget,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#polresta bogor kota #Rudapaksa #Bogor Barat