Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Anggaran Pembongkaran JPO Paledang Kota Bogor Capai Rp342 Juta, Proses Lelang Segera Dimulai

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:34 WIB
Kondisi JPO Paledang Kota Bogor pasca ditutup.
Kondisi JPO Paledang Kota Bogor pasca ditutup.

RADAR BOGOR - Pembongkaran Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Paledang rupanya membutuhkan anggarannya mencapai ratusan juta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Sujatmiko Baliarto mengatakan angka tersebut sudah dihitung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Kami sampaikan ke PUPR, kemudian mereka menghitung nilai kontruksinya, hasilnya pembongkaran JPO disediakan anggaran Rp342 juta,” jelas Sujatmiko.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2026, karena nilainya cukup besar maka harus melalui proses lelang.

“Iya harus dilelang, membongkar itukan tidak gampang, membongkar juga perlu biaya, karena itukan beton besi,” terang Sujatmiko kepada Radar Bogor, Jumat, 17 Desember 2025.

Tahapan lelang bakal dimulai dalam waktu dekat, proses pembongkaran JPO Paledang dilakukan lewat Electronic Procurement (Eproc) Kota Bogor.

“Kaya lelang biasa aja lewat Eproc, jadi bukan kami yang melakukan lelang, nanti ditentukan siapa pemenangnya, barus bisa dibongkar,” ujarnya saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Tahap pembongkaran sendiri ditargetkan mulai berlangsung pada tahun 2026 mendatang, JPO Paledang kini sudah tidak lagi difungsikan.

Akses penyebrangan tersebut sudah lima bulan ditutup, kontruksi bangunan dari JPO Paledang dinilai sangat berbahaya untuk penggunanya jika terus dibiarkan.

Ketidak layakan konstruksi bangunan itu merupakan hasil dari penelitian Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan Nomor: BM 0503-DO/689.

“Kami memahami JPO Paledang cukup vital bagi aktivitas masyarakat, namun hasil penelitian resmi menyatakan kondisinya sudah sangat berbahaya,” kata Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim beberapa waktu lalu.

Bagi Dedie keselamatan warga bukan satu hal yang bisa dikompromikan, jika mengacu pada kajian yang telah dilakukan, JPO Paledang memiliki gradien yang curam.

Tingginya JPO Paledang mencapai di atas 30 derajat sehingga bangunan tersebut tidak ramah, khususnya bagi masyarakat lanjut usia dan penyandang disabilitas. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
#kota bogor #JPO Paledang