RADAR BOGOR – Belajar jurnalistik tak harus selalu di ruang kelas. Puluhan pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat di Kota Bogor mengikuti kegiatan “Journalist Trip to Museum” yang digelar Radar Bogor, Senin 22 Desember 2025.
Kegiatan ini menggabungkan wisata sejarah dengan pelatihan jurnalistik dasar bagi pelajar.
Sejak pukul 07.30 WIB, peserta sudah berkumpul di Graha Pena Radar Bogor, Yasmin, sebelum mengikuti rangkaian kegiatan wisata edukasi ke sejumlah ikon sejarah dan pengetahuan di Kota Bogor, yakni Galeri Bumi Parawira, Museum Zoologi, dan Kebun Raya Bogor.
Manajer Pemasaran dan Sirkulasi Radar Bogor, M. Iksan Halil, menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelajar dalam mengenal dunia jurnalistik. Sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan lingkungan.
“Ini bukan sekadar jalan-jalan. Peserta kami ajak mengenal jurnalistik sejak dini, memahami cara mengamati, mencari sudut pandang, hingga menuliskannya menjadi berita. Di sisi lain, museum menjadi media belajar sejarah dan pengetahuan yang menyenangkan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Radar Bogor menjaga literasi media serta memperkenalkan peran pers kepada generasi muda, khususnya Generasi Z.
“Kami ingin anak-anak muda tahu bahwa media adalah pilar demokrasi. Radar Bogor ingin hadir lebih dekat dengan mereka melalui pendekatan yang edukatif dan relevan,” tambahnya.
Sebelum terjun ke lapangan, para peserta terlebih dahulu mendapat pembekalan singkat terkait teknik dasar penulisan berita dan fotografi jurnalistik.
Setelah itu, mereka diminta melakukan observasi langsung di setiap lokasi kunjungan.
Di Galeri Bumi Parawira, peserta mempelajari sejarah Kota Bogor dan perjalanan kepemimpinan dari masa kerajaan hingga era modern.
Sementara di Museum Zoologi, mereka diperkenalkan pada beragam koleksi satwa, termasuk spesies langka dan yang telah punah.
“Kami juga memberikan pengalaman seru, salah satunya naik Bus Uncal. Ternyata masih ada peserta yang belum pernah mencobanya, jadi ini jadi pengalaman yang berkesan,” kata Iksan.
Layaknya wartawan, para pelajar ditantang untuk menentukan angle berita, menulis laporan, serta mengambil foto dari hasil pengamatan mereka.
Karya terbaik peserta rencananya akan dipublikasikan di Radar Bogor, baik di media cetak maupun platform digital.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 pelajar mulai dari SMP hingga SMA swasta maupun negeri.
Iksan menyebut antusiasme sebenarnya cukup tinggi, bahkan datang dari mahasiswa dan peserta luar Kota Bogor, namun terbatas kuota dan pertimbangan teknis.
Ke depan, Radar Bogor berencana melanjutkan program serupa dengan menjalin kerja sama dengan museum lain di Kota Bogor.
“Ke depannya kami ingin kegiatan ini berkelanjutan, termasuk bekerja sama dengan museum lain seperti Balai Kirti atau Museum Tanah. Harapannya, literasi jurnalistik dan kecintaan pada sejarah bisa terus tumbuh di kalangan pelajar,” pungkasnya.
Salah satu peserta, Hafizah Putri, siswi kelas X SMA Negeri 9 Kota Bogor, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru baginya. Selain dirinya bisa mendapatkan teman baru untuk berbagi cerita.
“Aku ikut karena ingin nambah pengalaman dan teman. Ini pertama kali ikut kegiatan jurnalistik seperti ini. Jadi banyak belajar tentang sejarah Kota Bogor dan juga hewan-hewan di Museum Zoologi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nafisdhia Aufa Fathi Susandi, siswa kelas VIII SMP Insantama Bogor. Ia mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena minatnya pada dunia jurnalistik.
“Biasanya cuma belajar teori, tapi di sini langsung praktik. Kita observasi, liputan, lalu bikin berita. Model kegiatan seperti ini baru pertama kali aku ikuti,” katanya.(uma)
Editor : Alpin.