Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Di Forum Refleksi Akhir Tahun PWI, Wali Kota Bogor Buka Capaian 10 Bulan Terakhir Pemerintahan

Fikri Rahmat Utama • Senin, 22 Desember 2025 | 19:02 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan sejumlah capaian dan pekerjaan yang sedang berjalan selama sepuluh bulan masa pemerintahannya.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan sejumlah capaian dan pekerjaan yang sedang berjalan selama sepuluh bulan masa pemerintahannya.

RADAR BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memaparkan sejumlah capaian dan pekerjaan yang sedang berjalan selama sepuluh bulan masa pemerintahannya.

Ini disampaikan dalam forum Refleksi Akhir Tahun yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, di Mako PWI Tanah Sareal, Senin 22 Desember 2025.

Dalam forum tersebut, Dedie menyoroti isu ketertiban dan keamanan kota, lingkungan, hingga pelayanan publik sebagai fokus utama Pemkot Bogor sepanjang 2025.

Salah satu capaian yang disampaikan adalah menurunnya tingkat kriminalitas di Kota Bogor.

“Kriminalitas mulai berkurang karena patroli ditingkatkan. Kalau tidak ada langkah-langkah dari Polresta, tingkat kriminal akan bertambah,” kata Dedie.

Ia mencontohkan penindakan peredaran minuman keras ilegal seperti ciu yang selama ini sulit terdeteksi karena dijual secara terselubung.

Menurutnya, langkah-langkah penegakan hukum yang terukur berdampak langsung pada stabilitas keamanan kota.

"Jadi saya berterimakasih sekali kepada pak Kapolresta sekaligus merasa kehilangan karena harus berganti," jelasnya.

Dedie juga menyinggung dinamika politik dan sosial yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satunya aksi unjuk rasa yang sempat memicu kekhawatiran terjadinya kerusuhan.

“Bogor kota yang dinamis, tetapi Alhamdulillah bisa terkendali. Itu berkat kerja bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda, serta insan pers,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Dedie menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Bogor berada di angka sekitar 5,65 persen.

Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari kebijakan kemudahan perizinan yang membuka akses masyarakat untuk berusaha.

“Pemberian kemudahan perizinan menjadi salah satu cara masyarakat bisa mengakses ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Isu lingkungan juga menjadi sorotan dalam refleksi tersebut. Dedie mengungkapkan, Kota Bogor saat ini menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkot menyiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang membutuhkan waktu pengerjaan sekitar dua tahun dengan nilai investasi hampir Rp2 triliun.

“Penanganan sampah ini tidak sederhana. Kita juga menyiapkan kerja sama lintas daerah, termasuk dengan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain PSEL, Pemkot Bogor juga menyiapkan pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala kota yang selama bertahun-tahun belum terealisasi.

Nilai proyek IPAL diperkirakan mencapai hampir Rp1,5 triliun dan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 dengan dukungan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyinggung persoalan lingkungan lain, seperti longsor dan banjir, yang kerap terjadi akibat rendahnya kesadaran lingkungan.

“Kita tidak akan lagi membangun tembok penahan tanah di lokasi longsor yang terjadi karena pelanggaran. Ke depan, pendekatannya adalah penghijauan,” tegasnya.

Di bidang transportasi, Dedie mengungkapkan tingginya keluhan masyarakat terhadap angkutan kota.

Sepanjang 2025, Pemkot Bogor menerima lebih dari 28 ribu pengaduan terkait angkot, mulai dari kondisi kendaraan hingga perilaku pengemudi.

“Ini menjadi catatan serius bagi kami untuk menata sistem transportasi kota,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Bogor menyiapkan sistem transportasi berbasis rel sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi mengatakan, forum refleksi akhir tahun ini bertujuan membuka ruang evaluasi, dialog, dan tanya jawab antara pemerintah, insan pers, dan masyarakat.

“Tahun 2025 penuh dinamika. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog konstruktif,” kata Herman.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan, DPRD mendukung program-program Pemkot Bogor selama dijalankan sesuai regulasi dan kepentingan masyarakat.

“Fungsi DPRD adalah mendukung dari sisi anggaran dan pembentukan peraturan daerah,” ujarnya. (uma)

Editor : Alpin.
#wali kota bogor #Dedie Rachim #PWI Kota Bogor #refleksi akhir tahun