Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pamit Pulang Lebih Dulu, Mahasiswa di Bogor Diduga Jadi Korban Aksi Pemukulan Rekan Sendiri

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 23 Desember 2025 | 19:16 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan

RADAR BOGOR - Seorang mahasiswa di Bogor diduga jadi korban aksi pemukulan yang dilakukan rekannya di Pasar Gembrong Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Sabtu 21 Desember 2025.

Dugaan aksi pemukulan itu bermula saat korban hendak pamit pulang duluan pasca melaksanakan kegiatan musik.

Alasan korban pamit lantaran hendak menghantarkan rekan perempuannya.

Situasi saat itu memang sudah larut malam. Sebagian diantara mereka juga sudah dicari orang tuanya.

“Klien kami sudah menyampaikan izin secara baik-baik dan bertanggung jawab, bahkan berjanji kembali ke lokasi setelah mengantar temannya,” ujar Kuasa Hukum korban, Toni Al Fazri.

Namun izin tersebut tidak diterima oleh salah satu pihak yang menganggap korban tidak menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Saat itu terjadilah perdebatan diantara keduanya. Di tengah perdebatan, korban mengaku dipukul terduga pelaku.

Bahkan korban sempat menerima tendangan di bagian tubuhnya. Prilaku ini terjadi di beberapa titik ruko.

Tindakan dugaan kekerasan disebut terjadi di area wastafel kamar mandi, venue acara, foodcourt, hingga tangga.

Tidak berhenti di situ, korban juga diduga mengalami perlakuan merendahkan di hadapan peserta lain.

“Tindakan ini bukan hanya kekerasan fisik, tapi juga mengarah pada perendahan martabat manusia,” tegas Toni

Dalam kondisi tersebut, korban disebut dipaksa mengangkat kursi seorang diri sambil diteriaki agar tidak ada yang membantu.

Setelah kursi dimuat, korban kembali diperintahkan menurunkan peralatan dan mengangkat meja.

Seorang relawan kemudian membantu korban mengangkat meja dan mencoba menenangkan situasi.

Korban sempat beristirahat di area tangga depan parkiran karena kelelahan dan rasa sakit.

“Bahkan setelah itu, klien kami masih mengalami kekerasan lanjutan berupa tendangan dan tekanan untuk menanggung kekurangan dana kegiatan,” kata Toni.

Toni menilai peristiwa tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Pihaknya menegaskan akan menempuh langkah hukum agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan organisasi mahasiswa.

“Soalnya klien kami juga diancam pembunuhan ini sudah tidak benar. Supaya jadi bahan edukasi juga untuk semuanya. Tidak ada yang bisa main-main dengan hukum,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#pemukulan #kasus penganiayaan #mahasiswa bogor