RADAR BOGOR - Rencana pembongkaran Pasar Bogor tak kunjung dilakukan. Padahal bangunan tersebut seharusnya sudah dibongkar pada akhir tahun 2025 mendatang.
Dirut PPJ Pasar Bogor, Jenal Abidin mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, Salah satunya mengenai status perizinan pembongkaran.
Jenal menyebut, Pasar Bogor tidak bisa serta merta langsung dilakukan. Pemenang lelang bongkaran mesti mengantongi izi, terlebih dahulu dari dinas terkait.
"Jadi ternyata tidak bisa secara langsung untuk membongkar, harus ada izin dari dinas terkait atau PUPR nanti mereka yang memberikan izin," kata Jenal pada awak media.
Jenal memastikan proses administrasi perizinan masih terus berproses. Tahapan ini diatrgetkan rampung dalam kurun waktu dua pekan atau 14 hari kerja.
"Setau kami itu proses izinnya 14 hari kerja tapi sekarang kan sudah mulai di pagar rolling dor di bongkar di pasar bagian belakang," ucap Jenal.
Seperti diketahui, pemenang lelang bongkaran sendiri sudah diumumkan beberapa waktu lalu. Nilai bongkaran Pasar Bogor ditaksir mencapai Rp 7,5 miliar.
Proses pembongkaran Pasar Bogor akan dibarengi dengan Plaza Bogor. Setelah rata dengan tanah, area tersebut bakal disulap jauh lebih modern dari saat ini.
Design revitalisasi Pasar Bogor juga sudah bocor. Jenal menyebut lahan tersebut akan disedikan area parkir khusus, perhotelan dan convention hall.
"Itu berdasarkan HBU yang kami buat tahun 2022 sampai 2023. Keberadaan hotel dan convention hall diharpkan dapat meningkatkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kota Bogr," ucap Jenal.
Pembangunan Pasar Bogor sendiri membutuhkan waktu selama 3 tahun. Nilai anggarannya mencapai Rp600 miliar.
Warga pun diminta untuk bersabar, agar hasilnya sesuai dengan konsep yang direncanakan.
“Iya bisa sampai 3 tahun. Tentu dengan dibuat lebih modern ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah, Bogor jadi kota jasa dan wisata,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.