RADAR BOGOR - Warga Taman Yasmin, Kota Bogor sukses memproduksi tempe dari kacang koro. Langkah ini dilakuakan sebagai upaya memannfaatkan pangan lokal.
Ide tersebut digagas oleh Agus Soma Miharja. Usianya sudah tak lagi muda, namun gagasannya tentang pengembangan pangan lokal patut diacungi jempol.
Kacang Koro sudah menjadi teman setianya sejak tahun 9 silam. Sayuran tersebut pertama kali ia dapatkan dari seorang petani asal Jawa Timur.
"Saya melihat satu kacang dan tertarik untuk menanam, kemudian saya berfikir untuk mengembangkan," jelas Agus pada Radar Bogor.
Agus pun mulai 'kepo' dengan kandungan yang ada di Kacang Koro. Berbagai tulisan tentang sayuran tersebut diburu. Agus bak seorang pemuda yang tengah jatuh hati.
Setiap lembaran buku yang dibaca membuatnya semakin terpikat. Kacang Koro rupanya memiliki banyak kandungan yang menyehatkan untuk tubuh.
"Proteinnya tinggi,23 sampai 27 persen. Karbohidratnya juga tinggi sekitar 50 an. Itukan kandungan makananan yang kita makan setiap hari," ucapnya.
Sayangnya belum ada yang melek. Agus pun mualai menyingsingkan bajunya. Dia terfikir untuk membuat olahan tempe dengan bahan baku kacang koro.
Percobannya tak langsung berhasil. Bebeberapa kali sempat gagal. Namun dia tak kenal menyerah. Akhirnya tuhan memberikan jalan.
Saat ini Agus tidak hanya mampu mengolah kacang koro menjadi tempe. Sayuran tersebut kini bisa disulap menjadi tepung, dan berbagai olahan siap saji.
"Tepungnya bisa digunakan untuk nugget.Dan mulai akhir tahun ini kami mendistribusikan hasil produksi kami ke mal mal premium yang ada di Jakarta," ujarnya.
Bagi Agus langkahnya itu bukan soal bisnis semata. Ada misi dibaliknya. Agus mengingkan semua pihak untuk perduli terhadap kualitas pangan lokal.
"Saya fikir kenapa semuanya harus impor, khusus untuk kebutuhan karbohidrat aja kita Impor gandum 11 juta ton lebih, padahal kita punya pangan yang tidak kalah," ucapnya.
Satu bangsa tidak akan pernah maju, kalau lalai dengan sumber daya alam yang ada. Agus berpandangan Langkah kecilnya juga mampu menggerakan roda prekonomian.
"Saya ambil Kacang Koro ini dari Garut, kemudain ada beberapa juga dari Bogor. Dengan begitu kan mereka juga ikut merasakan manfaatnya," pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.