RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan seluruh proyek strategis daerah tahun 2025 telah rampung dikerjakan. Sepuluh proyek prioritas tersebut menyerap anggaran total Rp93,3 miliar.
Pembangunannya difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan, kesehatan, olahraga, transportasi, serta ruang publik.
Sejak awal proyek ini ditujukan guna mendukung visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yaitu “Bogor Beres, Bogor Maju”.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal, mengatakan secara umum seluruh proyek strategis telah selesai.
Dari sepuluh kegiatan, hanya satu proyek yang masih berada pada tahap penyempurnaan akhir.
“Secara keseluruhan sudah selesai. Tinggal satu titik yang masih tahap visual dan finishing akhir. Kemungkinan besar akhir pekan ini sudah tuntas sepenuhnya,” katanya kepada Radar Bogor, Jumat 26 Desember 2025.
Ia menjelaskan, proyek dengan pagu anggaran terbesar tahun ini adalah rehabilitasi Stadion Pajajaran yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan nilai sekitar Rp20 miliar.
Proyek tersebut pula yang hingga kini masih dalam tahap finishing. “Pekerjaan fisik utamanya sudah selesai, tinggal finishing saja. Jadi bukan pekerjaan besar lagi,” jelasnya.
Irfan menambahkan, sejumlah proyek strategis bahkan telah diresmikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat, seperti pembangunan Gedung Public Safety Center (PSC) GESIT 119 serta revitalisasi beberapa sekolah dasar.
Dengan selesainya pekerjaan fisik, seluruh proyek telah memasuki masa pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak.
“Secara kontraktual sudah masuk masa pemeliharaan. Walaupun secara visual mungkin terlihat belum sepenuhnya rapi, namun fisik utamanya sudah selesai,” ujarnya.
Terkait pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3), Irfan menegaskan proyek tersebut sejak awal memang dirancang secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk Jalan R3 memang bertahap. Tahun ini sudah selesai sesuai porsi yang direncanakan. Kelanjutannya akan dilaksanakan tahun depan,” katanya.
Meski demikian, Irfan mengakui masih terdapat catatan evaluasi, terutama soal manajemen waktu pelaksanaan proyek yang cenderung menumpuk di akhir tahun anggaran.
“Ke depan kami ingin pelaksanaannya lebih kondusif, tidak terlalu terburu-buru mengejar Desember. Karena itu, proyek strategis tahun depan akan kami kawal sejak Januari agar persiapan lelang dan teknis lebih matang,” tegasnya.
Untuk tahun 2026, Pemkot Bogor telah membahas sekitar 10 hingga 11 proyek strategis yang melibatkan lima organisasi perangkat daerah (OPD).
“Ada pembangunan kantor pemerintahan dan beberapa sekolah dari Dinas Pendidikan. Totalnya sekitar 10 sampai 11 kegiatan,” pungkas Irfan.
Sektor pendidikan menjadi penyumbang terbesar realisasi proyek strategis tahun 2025 dengan lima kegiatan fisik utama.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyebut pembangunan infrastruktur pendidikan secara masif merupakan strategi pemerataan kualitas zonasi dan penghapusan stigma sekolah favorit yang selama ini terpusat di wilayah tertentu.
Pada tahun ini, Pemkot Bogor membangun dua sekolah berkonsep satu atap, yakni SDN Duta Pakuan dengan anggaran Rp19,8 miliar serta SDN Cimahpar 3 senilai Rp15 miliar.
Selain itu, revitalisasi menyeluruh dilakukan di SDN Cimanggu, SDN Gang Aut, dan SDN Kencana 1.
“Peningkatan kualitas pembelajaran harus ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan warga sekitar sehingga rasio ketersediaan sekolah lebih merata,” ujar Dedie.
Ia juga menyinggung kebijakan merger terhadap 23 sekolah pada tahun ini guna efisiensi tenaga pengajar, serta rencana strategis ke depan.
Pada 2026, Pemkot Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan SMAN 11 di kawasan Kayu Manis.
“Selain itu, kami menyiapkan subsidi bagi siswa tidak mampu yang harus bersekolah di swasta karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri,” tambahnya.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor merealisasikan pembangunan Gedung Public Safety Center (PSC) GESIT 119 dengan anggaran Rp6,6 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan, gedung dua lantai seluas 1.140 meter persegi yang berlokasi di Tanah Sareal itu berfungsi sebagai pusat komando layanan kegawatdaruratan.
Gedung PSC dilengkapi ruang dekontaminasi, basement ambulans, ruang server, serta kamar istirahat tenaga medis yang siaga 24 jam.
Sistem layanan PSC terintegrasi dengan 22 rumah sakit dan 25 puskesmas di seluruh Kota Bogor.
“Ini adalah jawaban konkret untuk layanan cepat tanggap. Masyarakat cukup menghubungi 119, dan operator akan mengarahkan pasien ke rumah sakit yang paling siap,” jelas Retno.
Sementara itu, di sektor infrastruktur jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyelesaikan betonisasi lanjutan Jalan R3 sepanjang 350 meter di Kelurahan Katulampa dengan anggaran Rp8 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih menyebut proyek tersebut telah rampung sejak Oktober 2025.
Untuk tahun 2026, pembangunan Jalan R3 akan dilanjutkan sepanjang 650 meter hingga mendekati Sungai Ciliwung dengan estimasi anggaran Rp20 miliar.
Terkait pembebasan lahan, PUPR menempuh mekanisme konsinyasi melalui pengadilan bagi warga yang belum sepakat dengan nilai appraisal.
“Kami sudah melakukan sosialisasi. Untuk kepentingan umum, mekanisme konsinyasi ditempuh melalui pengadilan,” terang Esti.
Proyek strategis lainnya adalah revitalisasi Terminal Bubulak dengan anggaran Rp11,6 miliar yang dikerjakan Dinas Perhubungan.
Terminal kini tampil lebih rapi dan modern, dengan perbaikan lintasan yang sebelumnya rusak guna meningkatkan kenyamanan pengguna jasa transportasi.
Selain itu, Pemkot Bogor juga menyelesaikan pembangunan Taman Lapangan Yasmin Sektor 6 senilai Rp1,7 miliar melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim Disperumkim sempat meninjau langsung progres pembangunan taman tersebut.
Pada tahap pertama, pekerjaan meliputi pembangunan lapangan, drainase, toilet, area parkir, serta fasilitas taman.
Tahap lanjutan pada tahun berikutnya akan difokuskan pada pembangunan jogging track, lampu penerangan, penataan taman, dan kawasan kuliner.
Berdasarkan data Pemkot Bogor, proyek strategis dengan nilai anggaran terbesar tahun ini adalah rehabilitasi Stadion Pajajaran sekitar Rp20 miliar.
Di sektor pendidikan, pembangunan SDN Duta Pakuan menelan Rp19,8 miliar dan SDN Cimahpar 3 sebesar Rp15 miliar.
Dinas Pendidikan juga mengelola tiga proyek revitalisasi sekolah dasar, yakni SDN Cimanggu Rp3,8 miliar, SDN Gang Aut Rp3,7 miliar, dan SDN Kencana 1 Rp3,1 miliar.
Sektor transportasi diwakili revitalisasi Terminal Bubulak Rp11,6 miliar, sementara sektor infrastruktur jalan diisi pembangunan lanjutan Jalan R3 Rp8 miliar.
Untuk sektor kesehatan, pembangunan Gedung PSC GESIT 119 menghabiskan Rp6,6 miliar, dan satu proyek lainnya adalah pembangunan Taman Lapangan Yasmin Sektor 6 senilai Rp1,7 miliar. (uma)
Editor : Alpin.