Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Begini Skema Menu MBG Versi Liburan: Telur Pindang hingga Abon, Roti Bukan Menu Utama

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 26 Desember 2025 | 18:13 WIB
Penampakan menu MBG yang diberikan ke siswa saat libur Nataru.
Penampakan menu MBG yang diberikan ke siswa saat libur Nataru.

RADAR BOGOR – Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah di Kota Bogor tetap disertai penyesuaian menu.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan paket khusus berupa menu “tahan simpan” agar tetap aman dikonsumsi meski tidak langsung dimakan di sekolah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) BGN Bogor, Haidir, menegaskan layanan gizi bagi siswa tetap berjalan hingga akhir tahun.

Mereka telah menyampaikan ke SPPG untuk berpedoman pada juknis yang dikeluarkan.

“MBG hari libur tetap dilaksanakan sampai tanggal 31 Desember 2025 dengan berpedoman kepada juknis,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat 26 Desember 2025.

Penyesuaian menu ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2025 yang mengatur penyediaan makanan selama hari libur.

Dalam aturan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diarahkan menyajikan makanan yang dapat disimpan hingga tiga hari dengan sistem pembagian rapel, tanpa mengurangi kualitas gizi.

Menu MBG versi liburan difokuskan pada lauk berbasis protein yang diolah secara tradisional agar lebih awet secara alami.

Beberapa referensi menu yang disiapkan antara lain telur pindang, telur asin matang, dendeng sapi atau ayam suwir, abon ikan, serta rendang kering.

Untuk protein nabati, menu dapat berupa tempe orek kering, kacang sangrai, dan serundeng. Sementara buah-buahan dipilih dari jenis yang tidak mudah busuk, seperti salak, jeruk, dan apel lokal.

Dalam juknis tersebut juga ditegaskan makanan pabrikan ultra-proses tidak diperkenankan menjadi menu utama.

Komponen seperti roti, oat, atau sereal hanya diperbolehkan sebagai pendamping, bukan inti dari paket MBG.

Karena paket makanan dibagikan sekaligus untuk jatah maksimal tiga hari, peran orang tua menjadi penting dalam pengawasan konsumsi anak.

Orang tua diimbau memastikan makanan dikonsumsi secara bertahap sesuai hari, bukan dihabiskan dalam satu waktu.

Untuk teknis distribusi, SPPG di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor menyesuaikan dengan kondisi setempat. Paket MBG dapat disalurkan melalui sekolah atau berkoordinasi dengan RT/RW agar menjangkau seluruh penerima manfaat. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Menu MBG #libur natal #menu utama