RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan 10 proyek strategis daerah yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 100/KEP.401-BAG.PBJ/2025 tentang Daftar Proyek Strategis Daerah Kota Bogor Tahun Anggaran 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, proyek-proyek strategis tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bogor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Bogor.
“Pembangunan ini harus memberi manfaat nyata bagi warga. Bukan hanya cepat selesai, tetapi juga tepat mutu dan berkelanjutan,” ujar Dedie di TPS3R Takeshi Mutiara Bogor Raya, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Senin 29 Desember 2025 lalu.
Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam daftar proyek strategis 2026.
Pemkot Bogor merencanakan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di tiga sekolah, yakni SMPN 13, SDN Cilendek 1, dan SDN Rancamaya 2.
Selain itu, Pemkot Bogor juga merencanakan pembangunan SMAN 11 di wilayah Kayu Manis.
Di sektor infrastruktur dan konektivitas wilayah, Pemkot Bogor akan melanjutkan pembangunan Jalan R3 hingga batas Sungai Ciliwung.
Dedie meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait permohonan bantuan pembangunan jembatan.
Sementara itu, pembangunan trotoar di Jalan CIFOR akan dikombinasikan dengan rencana jalan tembus menuju kawasan Edu-Town IPB.
Menurut Dedie, skema tersebut berpotensi didukung oleh dana pusat, sepanjang dokumen detail engineering design (DED) disiapkan secara matang.
“Ini untuk menuntaskan persoalan kemacetan di Jalan Dramaga,” katanya.
Pemkot Bogor juga memasukkan sejumlah proyek fasilitas publik dalam daftar strategis 2026, di antaranya rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap 2, pembangunan GOR Bogor Barat tahap 1.
Revitalisasi Terminal Bubulak tahap 2, pembangunan Taman Lapangan Yasmin tahap 2, serta revitalisasi Gedung Kemuning Gading sebagai fasilitas seni dan budaya.
Terkait rehabilitasi Stadion Pajajaran, Dedie menyebutkan bahwa tahap 1 telah rampung 100 persen.
Ia meminta agar proses tahap 2 segera dipercepat, termasuk peninjauan pra-DPA oleh Inspektorat agar lelang dapat dilakukan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) sesuai jadwal.
Untuk pembangunan GOR Bogor Barat tahap 1, Dedie mengungkapkan adanya kesediaan pemilik lahan di sekitar GKI Yasmin seluas sekitar 2.000 meter persegi untuk melakukan tukar guling.
Langkah tersebut dinilai dapat memperbaiki akses masuk GOR agar lebih representatif dan tidak berliku.
"Pembangunan hari ini tidak boleh mengorbankan masa depan, jadi kita harus tetap berhati-hati agar semua yang direncanakan bisa diselesaikan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal, mengatakan pelaksanaan proyek strategis 2026 akan mengacu pada hasil evaluasi proyek strategis tahun sebelumnya.
Salah satu catatan penting adalah manajemen waktu pelaksanaan yang pada 2025 cenderung menumpuk di akhir tahun anggaran.
“Ke depan kami ingin pelaksanaannya lebih kondusif, tidak terburu-buru mengejar Desember. Karena itu, proyek strategis 2026 akan kami kawal sejak Januari agar persiapan lelang dan teknisnya lebih matang,” tegasnya beberapa waktu lalu.
Pemkot Bogor berharap seluruh proyek strategis 2026 dapat berjalan tepat waktu dan tepat mutu. Dengan begitu manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (uma)
Editor : Alpin.