Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Operasional Biskita Transpakuan Terhenti, Pengamat Tata Kota Desak Lelang Segera Dilakukan

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 1 Januari 2026 | 21:09 WIB
Barisan Biskita Transpakuan di Terminal Bubulak, Kota Bogor.
Barisan Biskita Transpakuan di Terminal Bubulak, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Penghentian sementara operasional Biskita Transpakuan menjadi sorotan publik. Mereka mempertanyakan keseriusan Pemkot Bogor dalam mengelola transportasi umum.

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai akar masalah terdapat pada sistem kerja samanya. Skema Buy The Services (BTS) membuat masalah berulang setiap tahun.

“Karena akan terputus setiap tahunnya. Sebaiknya multiyers, misal tiga tahun sekali. Tapi itu sulit karena aturannya sudah BTS, jadi kita ikuti saja,” jelas Yayat.

Yayat memandang Pemkot Bogor sebetulnya bisa memaksimalkan konsep BTS. Caranya dengan mengubah sistem administrasi dalam proses pelalangan.

“Kontraknya harus continue dan itu harus dijaga jangan sampai putus layanan. Jangan sampai setiap tahun masalahnya terus berulang lagi,” terang Yayat.

Satu hal yang paling penting, Pemkot Bogor harus berani memastikan, tenggat waktu proses pelelangan. Jangan justru membuat lingkaran tanya di tengah masyarakat.

“Karena ini akan terasa dampaknya pada hari Senin, orang belum banyak yang tau. Harusnya segera dipublish berapa lama dia proses lelangnya selesai,” tegas Yayat

Layanan Biskita Transpakuan sebetulnya mendapat respon positif dari masyarakat. Apalagi Pemkot Bogor berkomitmen akan menghapus angkot tua.

Komitmen tersebut diminta Yayat mesti senafas dengan pengelolaan Biskita Transpakuan. Karena moda transportasi umum itu menjadi andalan warga nantinya.

“Sebetulnya ekspektasi warga itu kalau angkot tua dihilangkan orang membutuhkan transportasi umum pengganti, sementara ini Biskitanya berhenti,” ujarnya.

Cita-cita Bogor lancar yang digagas Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mesti sejalan dengan kinerja para pembantunya. Dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Bogor.

Jangan sampai cita-cita tersebut malah menjadi bumerang. Cita-cita Bogor Lancar hanya menjadi angan-angan, sementara di lapangan masih semrawut.

“Ini jadi hal perhatian kita. Pa Wali Kota sudah menggaungkan bagaimana program Bogor Lancar dan Beres, tapi kalau dari Dinas komitmennya kurang siap, mah bagaimana,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #berhenti beroperasi #Biskita