Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dipukul Pakai Raket Padel hingga Memar, Pria di Kota Bogor Polisikan Rekan Bermainnya

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 2 Januari 2026 | 13:07 WIB
Korban dugaan pemukulan di salah satu lapangan padel di Bogor Selatan.
Korban dugaan pemukulan di salah satu lapangan padel di Bogor Selatan.

RADAR BOGOR – Dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi di salah satu arena olahraga padel di kawasan Tajur, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin 29 Desember 2025 lalu.

Seorang pria berinisial ARF alias Ipan (34) melaporkan rekannya sendiri berinisial AS ke polisi setelah dipukul menggunakan raket padel.

Insiden ini bermula dari undangan bermain olahraga padel yang justru berujung petaka. Ipan mengaku awalnya diundang oleh rekannya, R, untuk bermain di lokasi tersebut.

"Awalnya saya dan istri diajak teman saya, R, main jam 3 sore. Pas sampai, ternyata ada AS di sana. Padahal R tahu saya dan AS ada konflik bisnis dan sudah tidak berkomunikasi sejak Oktober. Saya merasa dijebak lewat undangan ini," ungkap Ipan kepada wartawan, Selasa 30 Desember 2025.

Merasa situasi tidak kondusif, Ipan memutuskan membatalkan permainan dan berpamitan pulang. Namun, saat berjalan keluar didampingi R, Ipan menyebut AS diduga tiba-tiba memotong jalan dari lapangan lain untuk mengadang langkahnya di lorong keluar.

"Dia (AS) seperti sengaja ingin berpapasan. Saat di lorong sempit, dia menabrakkan bahunya ke saya hingga saya hampir jatuh. Refleks kaki saya menyenggol dia. Saat itulah dia berbalik dan memukul saya dengan raket padel sebanyak 2-3 kali," jelasnya.

Akibat dugaan pukulan benda keras tersebut, dia menderita luka memar merah kebiruan dan benjolan pada bagian punggung tulang belikat serta pundak kanan.

Korban langsung melakukan visum di RS PMI Bogor dan telah mengamankan rekaman CCTV di lokasi kejadian sebagai barang bukti.

Ipan menjelaskan konflik antara dirinya dan AS dipicu masalah bisnis yang sebenarnya dianggap sudah selesai. Ia pun menyayangkan sikap arogansi AS yang menyerangnya secara fisik di tempat umum.

Pasca kejadian, pihak kepolisian melalui saksi R sempat meminta AS datang ke Polsek Bogor Selatan untuk mediasi. Namun, terduga pelaku menolak hadir dan dinilai tidak memiliki itikad baik.

Laporan polisi tersebut kini telah terdaftar dengan nomor LP/61/XII/2025/Sekta dan sedang dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Bogor Selatan.

"Sampai saat ini tidak ada itikad baik dari pelaku. Karena dia mengelak dan menolak mediasi, saya tetap menempuh jalur hukum agar kasus ini diproses tuntas," tegasnya.

Kapolsek Bogor Selatan AKP Sonson Sudarsono membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan, kasus ini masih dalam tahap awal penanganan oleh penyidik.

“Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” kata AKP Sonson saat dikonfirmasi. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #padel #penganiayaan