RADAR BOGOR - Layanan Biskita Transpakuan di Kota Bogor berhenti mengaspal sejak Kamis, 1 Januari 2025. Para penumpang Biskita pun mengaku kecewa atas kondisi tersebut.
Mereka menilai penghentian Biskita Transpakuan terlalu mendadak. Penumpang tidak mendapat informasi resmi yang disampaikan oleh Pemerintah Kota Bogor.
Sejumlah Shelter Biskita Transpakuan juga nampak masih dipenuhi warga yang sedang menunggu kedatangan bus tersebut. Kondisi ini seperti terjadi di Shelter Bappenda.
“Iya baru turun dari kereta mau naik Biskita tapi ternyata Biskitanya tidak ada. Baru tau hari ini, tadi dikasih tau bapa-bapa,” kata Muhammad Ali penumpang Biskita.
Pria berusia 17 tahun itu mengaku hambir setiap hari menggunakan jasa Biskita Transpakuan. Pelayanannya yang baik menjadi alasan utamanya.
“Cukup baik malah baik banget. Karena pertama memadai jaraknya,kemanannya juga jadi tidak terlalu berbahaya,” terang Ali.
Saat ini Ali memilih untuk mengandalkan Ojek Online atau Angkot untuk menunjang aktifitasnya. Ia berharap penghentian operasional Biskita tidak terlalu lama.
“Harapannya Biskita ada lagi, soalnya buat kemana mana lebih terjangkau,” ujar Ali saat ditemui Radar Bogor di Shelter Bappenda, Jumat (2/1/2026) siang.
Harapan serupa juga diutarakan oleh Mustafa Habibie Al Idrus (22). Pemerintah dimintanya segera memberi kepastian tenggat waktu pengoprasionalan Biskita Transpakuan.
“Mungkin bisa dipertimbangkan agar libur layanan tidak terlalu lama. Orang lain juga tidak semua punya kendaraan pribadi,” terang Habibie.
Habibie mengaku, belakangan ini Biskita Transpakuan jadi moda transportasi umum andalannya. Selain kemanan, tarif yang dipatok juga cukup terjangkau.
Dengan beberapa keunggulan itu, ia juga mengaku terkejut atas keputusan penghentian operasional Biskita. Habibie bahkan masih menunggu kedatangan armadanya.
“Jadi kalau tadi masnya tidak memberi tau mungkin aku akan terus menunggu. Untuk tadi keburu datang jadi baru nunggu 15 menitan,” kata Habibie di Shelter Jambu Dua.
Diinformasikan sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor memastikan bahwa penghentian operasional Biskita Transpakuan hanya bersifat sementara.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan pihaknya saat ini tengah menyelesaikan proses pengadaan barang dan jasa.
"Mudah-mudaanan minggu depan sudah mulai beroperasi lagi," kata Denny saat dihubungi Radar Bogor pada, Kamis (1/1/2025) malam.
Denny menerangkan Pemkot Bogor sebetulnya juga sudah menyisihkan anggaran untuk operasional layanan Biskita Transpakuan ditahun 2026.
"Alhamdulillah sudah (Dianggarkan) kalau tidak salah Rp50 miliar, itu untuk empat koridor," terang Denny saat dikonfirmasi lebih lanjut.(bay)
Editor : Alpin.