RADAR BOGOR - Pintu Timur Stasiun Bogor diusulkan untuk ditutup. Akses ini berada di Jalan Nyi Raja Permas atau berhadapan dengan kawasan Alun Alun Kota Bogor.
Kepala Disperumkim Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan penutupan Pintu Timur Stasiun Bogor tidak untuk semua akses. Usulan itu hanya berlaku bagi penumpang yang hendak keluar saja.
Chusnul menjelaskan langkah penutupan Pintu Timur Stasiun Bogor itu dilakukan untuk mengurai kepadatan yang selama ini terjadi di kawasan Alun Alun Kota Bogor dan Jalan Nyi Raja Permas.
“Hanya pintu kelua. Tujuannya untuk mengurangi beban di Nyi Raja Permas, di Alun Alun dan di Jalan Dewi Sartika,” jelas Chusnul pada Radar Bogor.
Setiap hari libur, warga yang datang ke Alun Alun Kota Bogor sendiri mencapai lebih dari seribu. Sehingga penutupan itu, bagian dari langkah penataaan.
“Hampir 2.000 malah. Jadi supaya lebih rapih dan tertata,” terang Chusnul saat dikonfirmasi lebih lanjut, Minggu 4 Januari 2026.
Usulan menutup pintu bagian Timur Stasiun Bogor ni belum ketuk palu. Pemkot Bogor masih menempu beberapa langkah strategis lainnya untuk merealisasikan rencana tersebut.
“Iya tapi ini perlu dibahas dulu. Kami harus baru mau mulai untuk komunikasi dengan pihak Stasiun Bogor,” terang Chusnul.
Sembari menunggu, pengunjung Alun Alun Kota Bogor diminta untuk tetap menajaga kebersihan. Mereka juga diimbau untuk bisa menjaga ketertiban.
“Untuk pedagag asongan dan PKL agar tidak berdagang di dalam Alun Alun. Karena bisa merusak estetika keindahan dan kenyaman dari Alun Alun itu,” terang Chusnul.
Rasa saling memiliki jadi hal yang disorot unruk menjaga fasilitas publik. Sebab, Alun Alun Kota Bogor dibangun dan direvitalisasi menggunakan uang dari masyarakat juga.
“Mari bersama untuk sadar menjaga dan merawat ruang publik, termasuk Alun Alun agar tetap terawat dan asri,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin