Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Soal Usulan Penutupan Pintu Timur Stasiun Bogor, Begini Respon Manajemen

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 5 Januari 2026 | 14:47 WIB
Kondisi terkini pintu Timur Stasiun Bogor
Kondisi terkini pintu Timur Stasiun Bogor

RADAR BOGOR - Usulan soal penutupan pintu Timur Stasiun Bogor mendapat respon dari manajemen. Manajemen Stasiun Bogor menegaskan tidak akan menutup akses pintu Timur.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Stasiun Bogor, Mardiono. Ia menjelaskan pintu Timur di Stasiun Bogor akan tetap beroprasi seperti pada umumnya.

“Iya yang itu (Pintu Timur) tidak ditutup. Penumpang masih bisa melakukan gate in dan gate out,” jelas Mardiono saat dihubungi Radar Bogor, Senin 5 Januari 2026.

Pintu Timur Stasiun Bogor sendiri berada di Jalan Nyi Raja Permas. Akses ini berhadapan langsung dengan kawasan Alun-alun Kota Bogor.

Namun Mardiono menjelaskan pihakya telah menyiapkan skema, jika Pemkot Bogor sesekali menutup gerbang dari Stasiun Bogor menuju kawasan Alun-alun Kota Bogor.

Penumpang yang keluar dari gate Timur akan dibagi dua. Pertama mereka akan diarahkan menuju arah Masjid Agung Kota Bogor, dan yang kedua arah Jalan Kapten Muslihat.

“Iya demikian. Kami mengarahkan penumpang yang keluar dari gate Timur untuk keluar lewat arah Masjid Agung maupun yang arah Jalan Kapten Muslihat,” jelasnya.

Skema tersebut ditunjang dengan beberapa alasan. Salah satunya guna mengurai kepadatan pengunjung yang langsung masuk ke Alun-alun Kota Bogor.

Setiap hari libur, warga yang datang ke Alun-alun Kota Bogor sendiri mencapai lebih dari seribu. Sehingga penutupan itu, bagian dari langkah penataaan.

“Hampir 2.000 malah. Jadi supaya lebih rapih dan tertata,” terang Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul saat dikonfirmasi Minggu, 4 Januari 2026 siang.

Chusnul menghimbau kepada pengunjung Alun-alun Kota Bogor untuk tetal menjaga kebersihan. Mereka juga diminta agar bisa menjaga ketertiban.

“Untuk pedagag asongan dan PKL agar tidak berdagang di dalam Alun-alun. Karena bisa merusak estetika keindahan dan kenyaman dari Alun-alun itu,” terang Chusnul.

Rasa saling memiliki jadi hal yang disorot unruk menjaga fasilitas publik. Sebab, Alun-alun Kota Bogor dibangun dan direvitalisasi menggunakan uang dari masyarakat juga.

“Mari bersama untuk sadar menjaga dan merawat ruang publik, termasuk Alun-alun agar tetap terawat dan asri,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #Pintu timur #stasiun bogor