Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tren Baru Demografi Kota Bogor: Bonus Berlanjut, Beban Tanggungan Ikut Naik

Siti Dewi Yanti • Rabu, 7 Januari 2026 | 18:33 WIB
Penduduk usia produktif harus menanggung beban yang lebih besar untuk menghidupi usia non-produktif di Kota Bogor.
Penduduk usia produktif harus menanggung beban yang lebih besar untuk menghidupi usia non-produktif di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Kota Bogor diproyeksi terus menikmati bonus demografi pada periode 2025–2030, meskipun angka ketergantungan menunjukkan tren kenaikan.

Hal ini terungkap dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dalam dokumen tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, angka ketergantungan di Kota Bogor berada di level 42,25 persen pada tahun 2025 dan diperkirakan naik menjadi 43,61 persen pada 2030.

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya proporsi penduduk usia muda dan penduduk usia lanjut dibandingkan penduduk usia produktif.

Meningkatnya angka ketergantungan berarti beban tanggungan yang harus dipikul oleh penduduk usia produktif semakin besar.

Meski demikian, komposisi usia produktif di Kota Bogor tetap mendominasi dan mencapai lebih dari 60 persen selama periode proyeksi 2025–2030.

Kondisi tersebut menandakan bahwa Kota Bogor masih berada dalam fase bonus demografi.

Komposisi Penduduk 2025–2030

Pada 2025, jumlah penduduk usia muda di bawah 15 tahun mencapai sekitar 242.790 jiwa, dengan persentase 22,4 persen.

Angka ini menurun secara bertahap hingga sekitar 232.670 jiwa atau 21 persen pada 2030.

Sementara itu, kelompok usia tua di atas 65 tahun terus meningkat.

Pada 2025, penduduk lansia berjumlah 79.120 jiwa atau 7,3 persen, kemudian naik menjadi 104.470 jiwa atau 9,4 persen pada tahun 2030.

Kenaikan ini menunjukkan proses penuaan penduduk yang semakin nyata.

Untuk penduduk usia produktif (15–65 tahun), jumlahnya tercatat 761.870 jiwa pada tahun 2025 dan bertambah tipis menjadi 773.070 jiwa pada 2030.

Persentasenya berada di kisaran 70–69,6 persen, menempatkan kelompok ini sebagai yang terbesar dalam struktur kependudukan Kota Bogor.

Angka ketergantungan secara keseluruhan bergerak naik dari 42,25 pada 2025 menjadi 43,61 pada 2030, yang berarti setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 43 orang penduduk non-produktif.

Piramida Penduduk: Dari Ekspansif Menuju Stasioner

Struktur usia penduduk Kota Bogor pada periode 2025–2030 masih menunjukkan bentuk piramida ekspansif ditandai dengan bagian bawah yang lebih lebar sebagai representasi penduduk usia muda, serta bagian tengah yang menggelembung pada kelompok usia produktif.

Area puncak piramida mengecil karena penduduk usia tua relatif lebih sedikit.

Namun, dengan tren kelahiran yang menurun dan angka harapan hidup yang meningkat, Kota Bogor perlahan bergerak menuju piramida penduduk tipe stasioner.

Dalam pola ini, jumlah penduduk usia muda dan lansia menjadi lebih seimbang, mencerminkan kondisi pertumbuhan penduduk yang stabil.

Kesiapan Menghadapi Aging Population

Dengan perubahan struktur penduduk menuju populasi yang lebih tua, Pemerintah Kota Bogor diharuskan memperkuat infrastruktur dasar serta sistem jaminan sosial.

Langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi munculnya aging communities atau komunitas lansia di masa mendatang, yang membutuhkan akses kesehatan, layanan sosial, dan lingkungan yang ramah usia. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#penduduk #kota bogor #demografi #dedie a rachim