Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pertumbuhan Ekonomi Kota Bogor 2019-2024 Fluktuatif, Dampak Pandemi Masih Terasa dalam Kinerja PDRB

Siti Dewi Yanti • Rabu, 7 Januari 2026 | 19:47 WIB
ILUSTRASI: Pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.
ILUSTRASI: Pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bogor dalam enam tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029.

Dalam regulasi tersebut, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor bergerak naik-turun sejak 2019 hingga 2024.

Pada 2019, perekonomian tumbuh sebesar 6,04 persen sebelum mengalami kontraksi pada 2020 hingga berada di angka -0,53 persen.

Penurunan tajam ini terjadi sebagai dampak langsung pandemi COVID-19 yang menghambat aktivitas pada hampir seluruh sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, hingga jasa.

Kinerja ekonomi mulai kembali pulih pada 2021.

Pertumbuhan Kota Bogor tercatat mencapai 3,76 persen, lalu meningkat signifikan pada 2022 menjadi 5,65 persen.

Pada tahun tersebut, Kota Bogor menempati posisi kedua tertinggi di antara wilayah pembanding, berada tepat di bawah Kota Tangerang Selatan yang tumbuh 5,82 persen.

Namun, tren positif itu sedikit melambat pada 2023. Pertumbuhan ekonomi Kota Bogor turun menjadi 5,10 persen dan berada di peringkat kelima dibanding daerah lain di sekitar Jabodetabek.

Urutan pertama dicapai Kota Bekasi dengan pertumbuhan 5,43 persen, disusul Kabupaten Bogor (5,19 persen), Kabupaten Tangerang (5,18 persen), dan Kabupaten Bekasi (5,17 persen).

Memasuki 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Bogor kembali menunjukkan perbaikan meski tipis, yakni naik menjadi 5,15 persen atau meningkat 0,05 persen dari tahun sebelumnya.

Kendati demikian, posisi Kota Bogor berada di urutan keenam dari tujuh wilayah yang dianalisis. Kota Depok mencatat pertumbuhan tertinggi dengan 5,47 persen, diikuti Kabupaten Tangerang (5,25 persen).

Kabupaten Bogor (5,21 persen), Kota Bekasi (5,19 persen), dan Kabupaten Bekasi (5,17 persen).

Sementara Kota Tangerang Selatan menempati posisi terakhir dengan pertumbuhan 5,02 persen.

Dokumen RPJMD tersebut juga menegaskan bahwa pola pertumbuhan yang serupa terlihat pada mayoritas wilayah pembanding.

Hampir semua daerah mengalami kontraksi pada 2020 akibat pandemi dan kembali tumbuh cepat pada 2021 hingga 2022 sebelum kembali stabil di tahun-tahun berikutnya. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#kota bogor #dedie a rachim #ekonomi