RADAR BOGOR - Pembangunan akses jalan baru di Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan tak kunjung dilakukan. Padahal, proyek tersebut dijadwalkan mulai berjalan tahun 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan pihaknya masih menunggu lelang kontruksi bangunan. Tahapapan ini disebut Dedie menjadi kewenangan Pemprov Jabar.
“Iya kami mesti tanya ke Pemprov (Progres lelang). Untuk lelang pelaksanaan konstruksi adanya di Pemprov,” kata Dedie pada Radar Bogor, Selasa 13 Januari 2026 sore.
Dedie berharap pelaksanaan lelang dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Ia menargetkan pembangunan jalan baru di Batutulis dimulai pada triwulan I tahun 2026. “Kami maunya seperti itu,” ujar Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Pemerintah Kota Bogor disebut Dedie sudah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proyek pembangunan jalan baru di Batutulis.
Satu diantaranya, mempersiapkan titik simpul dari Lawang Gintung menuju trase.
Dan dalam waktu dekat Pemkot Bogor akan menebang pohon yang ada di lokasi tersebut.
“Kami juga sudah mengajuka izin ke PU Provinsi. Untuk pohon yang akan ditebang itu yang sudah terdaftar insya allah dalam waktu dekat,” ujar Dedie.
Seperti diktehui, pembangunan trase baru di Batutulis sendiri merupakan proyek kolaborasi antara Pemkot Bogor dengan Pemprov Jabar. Keduanya telah berbagi peran.
Pemkot Bogor berkewajiban untuk melakukan pembebasan lahan. Tahapan ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Bahkan lahannya sudah dibayar.
Lahan tersebut semula dimiliki oleh 3 warga. Luasnya mencapai 4.711 meter. Biaya yang dikeluarkan Pemkot Bogor untuk pembebasan lahan mencapai Rp19,991.500.000
Semntara untuk pembangunan kontruksi jalan menjadi kewenangannya Pemprov Jabar. Dana bantuan yang dijanjikan oleh mereka mencapai Rp22 miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih menambhkan Pemkot juga memiliki kewenangan untuk melakukan perencanaan teknis atau DED.
Esti menerangkan, trase jalan baru akan dibangun dengan panjang lebih kurang 250 meter dengan lebar 18 meter. Tahapan perencaanaan teknis sudah rampung.
"Pembangunan jalan secara detail kurang lebih 250 meter dengan lebar 18 meter meliputi dua jalur kendaraan," ucap Esti
Estu menaruh harapan serupa agar proses lelang pembangunan fisik dapat segera rampung sehingga pengerjaan di lapangan bisa segera dimulai dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Semoga proses lelang bisa cepat selesai sehingga pembangunan fisik bisa segera terealisasi," pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.