RADAR BOGOR - Pengembangan transportasi trem di Kota Bogor semakin mantap untuk direalisasikan. Ada beberapa alasan yang membuat pemerintah ngotot untuk mewujudkannya.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan pengembangan trem di wilayahnya sebagai wujud dukungan atas industri perkeretaapian dalam negeri.
Dedie menyebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) trem mencapai 70 persen. Artinya hampir semua komponen trem diproduksi di dalam negeri.
“Iya TKDN trem itu sudah 70 persen. Kalau bukan kita yang mendukung industri dalam negeri, siapa lagi,” terang Dedie pada awak media.
Trem disebut Dedie juga sejalan dengan konsep penataan transportasi umum di Kota Bogor. Bahkan wacana ini sudah mencuat sejak tahun 2014 silam.
“Saya hanya melaksanakan apa yang menjadi rangkaian gagasan pemimpin terdahulu yang memang harus diimplementasikan,” jelasnya.
Dedie menggaransi, pengoperasionalam trem akan efektif dalam menata tranportasi publik. Dari sisi anggaran juga dipandang lebih terjangkau.
“Trem adalah salah satu pilihan yang paling efisien, efektif, dan paling mungkin terjangkau dari sisi anggaran pemerintah daerah,” ucap Dedie.
Moda tranportasi besutan PT INKA itu dijadwalkan bakal segera diuji coba pada akhir tahun 2026 mendatang. Sementara rute trayeknya akan melintas di jalur-jalur utama.
Satu di antaranya, Alun-Alun, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Ir H. Juanda, Sempur, Pajajaran, Tugu Kujang, Otista, BTM, SMAN 1, Kapten Muslihat, dan kembali ke Alun-Alun. (bay)
Editor : Yosep Awaludin