RADAR BOGOR - Demam padel mulai melanda Kota Bogor, olahraga ini sontak menjelma sebagai primadona yang banyak digandrungi oleh masyarakat kota hujan.
Kondisi tersebut dibuktikan dengan menjamurnya lapangan padel di Kota Bogor, dalam setahun, ada 10 lokasi yang melakukan pengajuan pembangunan.
Data itu didapat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, ini terhitung sepanjang 2025.
"Iya sepanjang tahun 2025 tercatat ada 10 lokasi yang melakukan pengajuan pembangunan sarana olah raga padel," kata Sekretaris DPMTSP Kota Bogor Cecep Zakaria.
Lokasi lapangan padel sendiri tersebar di empat kecamatan, mulai dari Kecamatan Bogor Utara, Timur, Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Selatan.
Masing-masing memiliki luas lahan berbeda, tetapi paling besar berada di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal.
Di lokasi tersebut lapangan padel dibangun di atas tanah seluas 5.270 meter persegi, proyek dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas penunjang.
Menanggapi hal itu Pakar Komunikasi Pembangunan IPB University, Dwi Retno buka suara dan ia menilai pesatnya tren padel tak lepas dari peran media sosial.
“Media sosial saat ini menjadi ruang produksi makna, di sana tren diproduksi, diperkuat, lalu menyebar secara kolektif,” ujarnya.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) ikut mendorong antusiasme masyarakat terhadap padel. Namun Retno memandang justru kondisi tersebut berdampak positif.
“FOMO sebenarnya soal eksistensi dan validasi, dalam kasus padel, ini justru positif karena mendorong orang bergerak dan hidup lebih sehat,” kata Retno pada Radar Bogor.
Tantangan terbesarnya menurut Retno keberlanjutan eksistensi, padel sebaiknya tidak hanya sebagai euforia sesaat dan ini bisa dilihat dalam dua tahun ke depan.
“Kalau lapangannya tetap bertahan dan terus digunakan, seperti futsal, berarti padel sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujarnya.
Retno juga menyoroti karakter padel yang dimainkan secara berkelompok dan menjadikan padel sebagai sarana interaksi sosial dan penyebaran semangat positif.
Ia menilai, ada pergeseran gaya hidup yang cukup menarik, minat masyarakat terhadap aktivitas hiburan malam dan konsumsi alkohol mulai tergantikan dengan aktivitas olahraga di sport center atau lapangan padel.
“Ini sinyal positif bagi pembangunan manusia, kesehatan fisik dan mental sangat berkaitan dengan kualitas hidup,” ucapnya.
Olahraga juga dapat membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang menjaga keseimbangan jasmani dan rohani, terutama di tengah derasnya arus informasi dan tekanan kehidupan perkotaan.(bay)
Editor : Eka Rahmawati