RADAR BOGOR - Proyek galian marak terjadi di Kota Bogor. Kondisi tersebut dinilai menjadi pemicu rusaknya sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah ini.
Hal itu seperti yang nampak terjadi di Jalan Sholeh Iskandar. Tanah bekas galian berceceran ke jalan. Di sisi kirinya dipenuhi oleh tumpukan karung.
Para petugas tampak sibuk membuat galian. Mereka mengenakan mesin untuk membuat lubang. Sebagian ruas jalan yang sudah berlubang ditutup menggunakan seng.
Keruskan juga terjadi di Jalan Harupat, Jalan Salak dan di Jalan Achmad Adnawijaya. Pengasapalan tidak dilakukan maksimal. Jalan terasa tidak rata dan bergelombang.
Menanggapai hal itu, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim angkat suara. Ia mengatakan mayoritas proyek galian dilakukan oleh PLN dan PDAM.
“Hasil pantauan di lapangan ada galian PLN. Sebagian ada juga galian PDAM tapi sudah selesai diperbaiki,” kata Dedie pada Radar Bogor.
Dedie meminta kepada pengelola proyek untuk bertanggung jawab atas pengerjaannya. Mereka wajib mengembalikan kondisi jalanan seperti semula, sewaktu belum digali.
Jangan sampai, proyek yang baik justru berdampak negatif kepada masyarakat atau pengguna jalan. Dedie berharap ini bisa menjadi perhatian serius.
“Saya minta kepada kontraktor pelaksana galian utilitas publik siapapun yang melakukan pengerjaan harus menutup dan merapihkan kembali area galian seperti semula,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.