Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Awal Tahun 2026, Kota Bogor Langsung Dikepung Bencana, Paling Banyak Terjadi di Wilayah Ini

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 20 Januari 2026 | 13:18 WIB
Kondisi atap rumah warga yang ambruk di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Kondisi atap rumah warga yang ambruk di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Awal tahun 2026 Kota Bogor langsung dikepung bencana. Serangkaian peristiwa telah terjadi. BPBD mencatat total ada 36 kejadian yang melanda wilayah ini.

Kalak BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan data kejadian bencana tersebut dihimpun dari awal tahun hingga 18 Januari 2026. Mayoritas didominasi oleh cuaca ekstream.

“Catatan kami bencana akibat cuaca ekstream ada 28 kejadian bencana. Ini berdampak pada bangunan roboh, atap ambruk dan pohon tumbang,” jelas Dimas.

Bencana berikutnya adalah tanah longsor dengan 5 kejadian, banjir satu kali dan lain-lain dua kejadian. Lokasi bencana tersebar di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor.

Mayoritas bencana terjadi di Kecamatan Tanah Sareal dengan total 9 kejadian. Bogor Selatan 8, Bogor Tengah 7, Bogor Barat dan Utara 5, dan Bogor Timur 5 kejadian.

“Rentetan bencana berdampak ke 157 jiwa dengan luka ringan 4 orang. Kemudian rumah rusak 23. Rinciannya rusak sedang 20 dan rusak ringan 3 rumah,” beber Dimas.

Dimas menyebut kondisi ini tidak bisa dipandang remeh. Pemkot Bogor telah menyiapkan berbagai macam langkah mitigasi bencana.

Monitoring cuaca menjadi langkah mitigasi utama yang dilakukan. Dari November hingga Maret 2026 Kota Bogor diprediksi akan dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Dimas menegaskan kondisi tersebut menuntut warga lebih disiplin menjaga lingkungan terutama terkait saluran air dan potensi hambatan aliran.

“Kami mengimbau warga untuk rutin melakukan pengecekan kebersihan saluran dan menjaga lingkungan agar tetap aman,” terang Dimas.

Ia juga mengingatkan risiko terkait banyaknya pohon besar di Kota Bogor yang perlu diawasi secara berkala. Masyarakat diimbau segera melapor bila melihat potensi kerawanan di lingkungan sekitar.

Jika mengacu pada data Disperumkim Kota Bogor total ada 249 pohon ber KTP Merah. Tingkat kekeroposan pada pohon tersebut bahkan mencapai 40 persen.

Dimas menekankan bahwa pelestarian lingkungan menjadi prinsip dasar dalam mitigasi. Kesadaran masyarakat menjaga ruang sekitar disebut berdampak langsung terhadap pencegahan bencana.

“Prinsipnya kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita, edukasi publik tetap menjadi fondasi utama dalam menekan risiko bencana,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #bencana #bpbd