RADAR BOGOR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor bersilaturahmi dengan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Senin 19 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammadiyah membahas sejumlah program strategis sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Bogor.
Ketua PDM Kota Bogor, Maizar Madsuri, mengatakan silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk terus membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah daerah.
Terlebih mereka punya rencana-rencana program strategis pengembangan organisasi ke depan.
“Kami selalu menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan Pemerintah Kota Bogor, terutama dalam menyampaikan rencana strategis yang akan kami laksanakan pada tahun 2026. Sejak awal tahun, momentum ini sudah kami siapkan agar program-program Muhammadiyah bisa berjalan seiring dengan arah pembangunan kota,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maizar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot Bogor atas dukungan terhadap pelaksanaan Milad Muhammadiyah ke-113 yang berlangsung lancar.
Selain itu, Muhammadiyah turut mengapresiasi berbagai capaian dan prestasi Kota Bogor yang dinilai membanggakan warganya.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana pendirian Ecoscience Pesantren, sebuah konsep pendidikan yang mengintegrasikan nilai keagamaan, sains, dan kepedulian lingkungan.
Pesantren tersebut direncanakan berlokasi di Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, dan menjadi bagian dari program nasional Muhammadiyah yang telah dilaunching oleh Pimpinan Pusat.
“Ecoscience Pesantren ini diharapkan menjadi percontohan. Kita tidak hanya bicara pemahaman agama, tetapi juga sains dan kepedulian terhadap lingkungan. Alhamdulillah, rencana ini direspons baik dan Pemkot Bogor siap memberikan dukungan, termasuk terkait infrastruktur dan perizinan,” jelasnya.
Selain sektor pendidikan, Muhammadiyah juga memaparkan rencana pengembangan layanan kesehatan.
Saat ini, Muhammadiyah telah membuka klinik di wilayah Tanah Sareal yang masih membutuhkan dukungan, mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di kawasan tersebut.
Bahkan, dalam pertemuan itu Wali Kota Bogor mendorong agar Muhammadiyah mengkaji kemungkinan pembangunan rumah sakit.
“Tantangan dari Pak Wali tentu kami sambut dengan kajian yang matang. Meski rumah sakit di Kota Bogor cukup banyak, kebutuhan masyarakat ternyata masih tinggi,” kata Maizar.
Sementara itu, Ketua Majelis Kajian dan Mitra Strategis PDM Kota Bogor, Abdul Rachmat Saleh, menambahkan Muhammadiyah siap berkontribusi dalam menjawab kebutuhan pendidikan di Kota Bogor, khususnya pada jenjang SMP dan pesantren.
Menurutnya, masih banyak anak usia sekolah yang belum terlayani secara optimal, serta kekurangan tenaga pendidik.
“Kehadiran Muhammadiyah diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi, baik dalam peningkatan akses pendidikan maupun kualitas sumber daya manusia di Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerja sama Muhammadiyah dengan Pemkot Bogor selama ini berjalan kondusif dan berkelanjutan.
Pada 2026 mendatang, Muhammadiyah kembali menyiapkan sejumlah program baru yang diharapkan dapat memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan Kota Bogor.
“Insya Allah, kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.