Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pemkot Fokus Garap Bogor Timur sebagai Kawasan Penyangga Pusat Pemerintahan Baru

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 21 Januari 2026 | 14:55 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Bogor Timur.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Bogor Timur.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memfokuskan pembangunan Bogor Timur, tepatnya di Kelurahan Katulampa, sebagai kawasan penyangga pusat pemerintahan baru.

Rencana itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Timur 2027 yang digelar di Food Court Pasar Gembrong Sukasari, Rabu 21 Januari 2026.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan Bogor Timur memiliki posisi strategis untuk masa depan Kota Bogor.

Ke depan, pusat pelayanan masyarakat Kota Bogor akan ditempatkan di wilayah ini. "Sekitar 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) direncanakan akan dipindahkan ke sana,” katanya.

Menurut Dedie, kawasan pusat pemerintahan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, hingga akses jalan yang memadai.

Pemkot Bogor juga akan membuka akses jalan baru dari arah Bogor Raya menuju kawasan Summarecon melalui Jalan Parung Banteng.

Selain itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan revitalisasi Terminal Baranangsiang yang direncanakan menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Terminal tersebut akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, seperti LRT, bus, dan trem.

“Insya Allah tahun ini akan dilakukan groundbreaking revitalisasi Terminal Baranangsiang. Kawasan ini akan kita kembangkan menjadi TOD yang terintegrasi,” katanya.

Dedie juga menegaskan kelanjutan pembangunan jalan R3 sebagai salah satu proyek strategis penopang kawasan timur Kota Bogor.

Ia menargetkan jalan tersebut dapat tersambung sepenuhnya pada akhir 2028, dengan catatan dukungan anggaran mencukupi.

“Jalan R3 tetap kita lanjutkan. Targetnya akhir 2028 sudah tersambung penuh. Ini penting karena pintu masuk Kota Bogor dari Sindangrasa, Sindangsari hingga Katulampa adalah etalase utama kota,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Timur Uay Setiawan menyampaikan pada 2026, pihaknya memprioritaskan pembangunan Gedung Kelurahan Sindangsari.

Dari enam kelurahan di Bogor Timur, lima di antaranya telah terealisasi pembangunannya.

“Gedung Kelurahan Sindangsari kami ajukan kembali. Dari enam kelurahan, tinggal satu lagi yang belum terealisasi,” ungkapnya.

Selain pembangunan gedung kelurahan, Musrenbang Bogor Timur juga menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur tambahan dan mitigasi bencana.

Terutama di wilayah rawan seperti Sindangsari, Katulampa, Pajajaran, Tajur, dan Sindangrasa, terlebih di tengah musim hujan.

Terkait pembangunan jalan R3, Uay menjelaskan masih terdapat lima bidang lahan yang belum tuntas proses pembayarannya.

Jika tidak tercapai kesepakatan harga, maka penyelesaian akan ditempuh melalui mekanisme konsinyasi di pengadilan, sesuai aturan yang berlaku.

Di bidang ekonomi, Kecamatan Bogor Timur juga mendorong pemberdayaan UMKM dan penguatan ekonomi warga melalui program Koperasi Merah Putih (KMP).

Program ini diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Selain itu, Uay juga menyoroti penataan Pasar Gembrong Sukasari yang kini kondisinya dinilai sudah jauh lebih baik.

Ia mengimbau masyarakat dan pedagang agar tidak lagi berjualan di pinggir jalan dan memanfaatkan kios-kios yang masih tersedia di dalam pasar.

“Pasar Gembrong sekarang sudah bagus dan tertata. Kami imbau pedagang masuk ke kios agar lebih tertib dan nyaman,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#pusat pemerintahan baru #pemkot bogor #bogor timur