Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor Ricuh, Massa Blokade Jalan Juanda, Lalu Lintas Lumpuh

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:33 WIB
Massa aksi demo sopir angkot saat memblokir Jala Djuanda Kota Bogor.
Massa aksi demo sopir angkot saat memblokir Jala Djuanda Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Aksi demontrasi sopir angkot di Balai Kota Bogor diwarnai kericuhan, Kamis 22 Januari 2026. Massa memblokade Jalan Juanda Kecamatan Bogor Tengah.

Peristiwa ini bermula saat perwakilan massa aksi sopir angkot diminta untuk melakukan audiensi di Kantor Balai Kkota Bogor. Namun permintaan tersebut dinilai keliru.

Massa aksi demo sopir angkot meminta agar mediasi dilakukan di lapangan terbuka. Tujuannya agar semua sopir yang demonstrasi mendengar keputusan yang diberikan.

Kesal tak diberi respon, massa aksi akhirnya marah. Mereka menerebos keluar lalu menutup Jalan Djuanda. Barier yang ada di bahu jalan dibuat melintang.

Kondisi ini membuat arus lalu lintas di Jalan Djuanda lumpuh. Masa aksi meneriaki pengendara lain yang membunyikan klakson saat mereka menutup jalan.

“Mediasi itu di luar, masa di dalam. Kita aja sopir angkot di luar masa mediasinya di dalam ruangan, ini tidak adil,” tereak salah satu masa aksi di Jalan Djuanda.

Melihat kericuhan itu petugas kemanan langsung keluar. Mereka sempat bersitegang dengan masa aksi. Sopir diminta untuk tetap memberi ruang bagi pengendara lain.

Diinformasikan sebelumnya, ada ratusan personel yang disiagakan untuk mengawal proses demonstrasi. Pasukan terdiri dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan aksi demo masih berjalan kondusif. Masa aksi dinilai cukup baik saat menyampaikan aspirasinya.

“Saya dibantu oleh pa Dandim dari Brimob jumlahnya sekitar 780 sekian kita tadi melihat mereka sangat baik menyampaikan aspirasi inysa allah ini berjalan tertib,” jelas Rio.

Rio menuturkan pihaknya pun tidak melakukan rekayasa lalu lintas. Sebab masa aksi langsung diperkenankan masuk ke halaman Balaikota Bogor untuk menyuarakan aspirasi.

“Bisa kita lihat arus lalu lintas berjalan lancar. mangkannya kami masukan ke dalam semua supaya tidak mengganggu pengendara lainnya,” ujar Rio.

Untuk membantu mobilitas warga, Polresta Bogor Kota juga menyediakan truk. Kendaraan tersebut bisa digunakan bagi warga yang biasa menggunakan angkot.

“Itu sudah kami siapkan untuk membantu warga, kami antar sampai rumah. Jika nanti masa aksi ada proses audiensi kami akan tetap kawal,” kata Rio Kamis 22 Januari 2026 siang. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #Jalan Juanda #sopir angkot