RADAR BOGOR – Minuman tradisional jamu parut kembali mendapat tempat di hati warga Kota Bogor. Di Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, hadir jamu parut fresh yang belakangan ramai diburu pembeli.
Usaha jamu parut itu dikelola oleh pasangan muda yang baru dua tahun menikah. Pemiliknya, Safira Tri Jenuarista mengaku baru membuka lapak sekitar satu pekan terakhir.
Meski terbilang baru, antusias pembeli disebutnya cukup tinggi. Setiap sore, lapak jamu parut itu mulai dipadati warga yang penasaran dengan cita rasanya.
Fira mengatakan, ide berjualan jamu berawal dari kebiasaan membuat jamu sendiri di rumah. Resepnya merupakan petuah orang tua yang diwariskan secara turun-temurun dari keluarga Jawa.
“Awalnya coba-coba bikin sendiri, ternyata enak. Kami lihat di Bogor belum banyak jamu parut seperti ini,” ujarnya.
Keunikan jamu yang dijual terletak pada proses pembuatannya. Seluruh bahan diparut langsung saat ada pesanan dan tidak disimpan dalam stok.
Bahan baku yang digunakan selalu dalam kondisi segar dan berkualitas. Ia bahkan mengaku hampir setiap hari berbelanja ke pasar lokal untuk menjaga mutu.
Khusus jahe, bahan tersebut didatangkan langsung dari petani di Cianjur. Jenisnya beragam, mulai dari jahe gajah, jahe emprit hingga jahe merah.
“Rasanya lebih fresh karena benar-benar baru dibuat,” kata Fira saat ditemui Radar Bogor di lapaknya, Kamis 22 Januari 2026 malam.
Jamu parut yang dijual diklaim memiliki berbagai manfaat. Mulai dari menjaga daya tahan tubuh, membantu masalah asam lambung, hingga meredakan flu.
Saat ini tersedia sekitar 15 menu jamu. Beberapa yang paling diminati pembeli adalah susu jahe merah stamina dan bandrek.
Soal harga, jamu parut tersebut sangat terjangkau. Pembeli cukup merogoh kocek Rp7 ribu hingga Rp15 ribu per gelas sudah bisa langsung membuat badan segar.
Lapak jamu parut ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB. Waktu paling ramai biasanya selepas maghrib hingga malam.
“Alhamdulillah responnya bagus. Banyak yang bilang rasanya enak dan beda,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.