RADAR BOGOR - Seleksi administrasi calon Direksi Perumda Tirta Pakuan, Kota Bogor, rampung. Ada puluhan peserta yang disinyalir terancam gugur dalam proses tersebut.
Ketua Pansel Hanafi mengatakan seleksi administrasi berlangsung sembilan hari hingga Jumat 23 Januari 2026. Ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi.
Salah satunya, peserta yang sudah mendaftar sebagai Calon Direksi Perumda Tirta Pakuan wajib datang saat seleksi administrasi. Pansel tidak memperkenankan untuk diwakilkan.
“Iya harus datang kalau diwakilkan gugur,” kata Hanafi pada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026 siang.
Hanafi mengatakan, dalam prosesnya seleksi administrasi hanya sebagian peserta yang datang langsung untuk verfikasi dokumen. Sementara sisanya absen.
“Iya hanya 15 orang, pengumuman resmu seleksi administrasu di Tanggal 26 Janurari nanti,” terang Hanafi saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Pendaftar calon Direksi Perumda Tirta Pakuan sendiri mencapai 34 orang. Dari tiga posisi yang dibuka, kursi Direktur Operasional yang paling banyak diincar.
"Direktur Pelayanan Bisnis 7 orang, Direktur Administrasi 11 orang dan terakhir Direktur Operasional 16 orang," beber Hanafi beberapa waktu lalu.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim sempat mengapresiasi antusias peserta. Baginya ini bukti keterlibatan publik masih tinggi di wilayah teritorialnya.
“Alhamdulillah artinya yang mengikuti seleksi PDAM juga cukup banyak. Antsuias masyarakat berarti tinggi,” kata Dedie pada awak media, Kamis (15/1/2026) siang.
Ada beberapa kriteria yang diminta Dedie. Pertama sosok yang akan menduduki kursi direksi mesti ditopang dengan pengalaman yang bagus. Termasuk prestasinya.
“Jadi kami juga akan memilih orang-orang yang memang mampu berprestasi dengan catatan dan track record sendiri,” ujar Dedie.
Kriteria tersebut bukan tanpa alasan. Dedie mengklaim bahwa Perumda Tirta Pakuan adalah perusahaan air terbaik yang ada di Indonesia.
Oleh karenanya, proses seleksi calon direksi juga cukup panjang. Setelah melakukan pendaftarana, para peserta harus melalui seleksi administrasi.
Berikutnya tes psikotes, dilanjut pemaparan paper dan terakhir UKK. Dedie menggaransi pihaknya tidak akan ikut campur dalam setiap tahapan. Semua diserahkan ke Pansel.
“Nanti mungkin setelah melalui proses baru lapor ke saya. Jadi saya menyerahkan sepenuhnya ke Pansel. Jadi itukan proses yang harus dilalui,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.