Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hujan Sejak Pagi, Tiga Titik di Kota Bogor Ini Diterjang Longsor, Masyarakat Diminta Waspada

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 23 Januari 2026 | 16:24 WIB
Material longsor menimpa salah satu rumah warga di Kampung Lebak Sari, Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor.
Material longsor menimpa salah satu rumah warga di Kampung Lebak Sari, Kelurahan Pamoyanan, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Hujan terus mengguyur Kota Bogor sejak pagi, Jumat 23 Januari 2026. Kondisi tersebut dinilai menjadi pemicu rentetan bencana longsor di Kota Bogor.

Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan insiden pertama terjadi di Kampung Lebak Sari, Kelurahan Pamoyanan. Tebingan di wilayah tersebut longsor.

“Tinggi longsor mencapai tiga meter dengan panjang dua meter. Ini kondisi tanahnya juga labil ditambah intensitas hujan cukup tinggi,” jelas Dimas dalam keterangannya.

Material longsor sampai menimpa sebuah rumah yang ada di bawahnya. Akibatnya tembok bagian belakang atau kamar mandi rumah tersebut ambruk.

“Rumah tersebut diisi oleh satu kartu keluarga dengan empat jiwa. Rumahnya memang berada di bawah tebingan, sehingga tembok pada bagian kamar mandi ambruk,” jelasnya.

Insiden berikutnya terjadi di Gang Mulia, Kelurahan Cibuluh. Tinggi longsor mencapai 5 meter dengan panjang empat meter. Lokasinya berada di belakang rumah warga.

“Laporan ini kami terima sekitar 09.00 WIB. Tinngi longsor lima meter. Berada di belakang rumah milik pa Rusdi warga Gang Mulia,” terang Dimas, Jumat 23 Januari 2026 sore.

Longsor berikutnya terjadi di Kampung Pabuaran, Kelurahan Rancamaya. Penyebab longsor disebut imbas hujan deras dan kondisi tanah yang labil.

Akibat insiden ini, jalan setapak yang berada di atasnya amblas. Sehingga warga untuk sementara tidak dapat menggunakannnya. Tinggi longsor mencapai 1,5 meter.

“Lebarnya tiga meter. Jalan setapak yang ada di atas longsoran ambles. Kondisi saat ini sudah aman, bagian longsoran sudah kamu tutupi terpal,” beber Dimas.

Tiga tanah longsor tersebut menambah rentetan bencana yang terjadi di Kota Bogor pada awal tahun 2026. Terakhir, BPBD mencatat total ada 36 kejadian.

Dimas menyebut kondisi ini tidak bisa dipandang remeh. Pemkot Bogor telah menyiapkan berbagai macam langkah mitigasi bencana.

Monitoring cuaca menjadi langkah mitigasi utama yang dilakukan. Dari November hingga Maret 2026 Kota Bogor diprediksi akan dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Dimas menegaskan kondisi tersebut menuntut warga lebih disiplin menjaga lingkungan terutama terkait saluran air dan potensi hambatan aliran.

“Kami mengimbau warga untuk rutin melakukan pengecekan kebersihan saluran dan menjaga lingkungan agar tetap aman,” terang Dimas.

Ia juga mengingatkan risiko terkait banyaknya pohon besar di Kota Bogor yang perlu diawasi secara berkala.

Masyarakat diimbau segera melapor bila melihat potensi kerawanan di lingkungan sekitar.

Jika mengacu pada data Disperumkim Kota Bogor total ada 249 pohon ber KTP Merah. Tingkat kekeroposan pada pohon tersebut bahkan mencapai 40 persen.

Dimas menekankan bahwa pelestarian lingkungan menjadi prinsip dasar dalam mitigasi. Kesadaran masyarakat menjaga ruang sekitar disebut berdampak langsung terhadap pencegahan bencana.

“Prinsipnya kalau kita jaga alam, alam akan jaga kita, edukasi publik tetap menjadi fondasi utama dalam menekan risiko bencana,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#kota bogor #longsor #hujan deras