RADAR BOGOR – Esther Aprilita Pinarsinta B. Sianipar warga Caringin, Kabupaten Bogor, pramugari yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (AIT) telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Gadung, Kota Bogor, Sabtu, 24 Januari 2026 siang.
Sebelum dimakamkan, jenazah Esther diberangkatkan dari rumah duka yang di Komplek Perumahan Rancamaya, Aurora Residence, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.
Kepergian Esther meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya, ia dikenal sebagai sosok pribadi yang periang, ramah, dan setia kawan.
Cathline (25), sahabat Esther selama 15 tahun mengenang sosok sosok Esther yang selalu ceria dan sering menghibur teman-temannya.
“Dia itu orangnya periang, suka menghibur teman-teman, kalau lagi kumpul, suasananya pasti jadi hidup,” ujar Cathline.
Menurut Cathline, pertemuan terakhirnya dengan Esther terjadi saat perayaan pergantian tahun, mereka merayakan Natal bersama sebelum Esther kembali menjalani tugas sebagai pramugari.
“Biasanya kalau ketemu kami suka saling curhat soal kerjaan, saling cerita, dan saling menguatkan,” ungkap Cathline.
Kenangan yang sama juga diungkapkan Grace Hossiana, teman masa kecil Esther sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) yang menurtunya mendiang merupakan sosok yang ceria, atletis, dan sangat setia terhadap teman-temannya.
“Saya kenal dia dari SD, banyak momen bercanda bareng yang sampai sekarang masih saya ingat,” kata Grace.
Ia sempat tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar kecelakaan pesawat tersebut dan menimpa salah satu temannya itu.
“Saya tahu ada pesawat ATR jatuh, tapi saya yakin itu bukan dia, setelah disuruh lihat daftar penumpang dan awak, ternyata benar teman saya,” ungkapnya.(uma)
Editor : Eka Rahmawati