RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor terus mengintensifkan upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan melalui pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Januari 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari, mengatakan inflasi year on year (yoy) Kota Bogor pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,85 persen.
Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
“Inflasi yoy Kota Bogor di bulan Desember sebesar 2,85 persen dan masih dalam rentang target nasional,” ujar Dewi kepada Radar Bogor, Senin 26 Januari 2026.
Ia menjelaskan, lima komoditas utama yang menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi Kota Bogor yakni cabai rawit, daging ayam ras, sewa rumah, emas perhiasan, serta telur ayam ras.
Kenaikan harga cabai rawit menjadi salah satu penyumbang terbesar akibat faktor cuaca.
Menurut Dewi, cuaca yang kurang bersahabat berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen di daerah produsen.
Selain itu, bencana banjir di sejumlah wilayah juga turut mengganggu distribusi komoditas pangan ke Kota Bogor.
“Cabai rawit terpengaruh cuaca sehingga kualitas dan kuantitas saat panen berkurang. Di samping itu, adanya banjir juga menyebabkan distribusi terganggu,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi dan pengendalian, Pemkot Bogor menggencarkan pelaksanaan Pasar Murah dan GPM agar kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan strategis tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.
“Program yang kami lakukan antara lain melaksanakan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah agar kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut terpenuhi,” kata Dewi.
Selain itu, Pemkot Bogor juga melakukan penguatan koordinasi dengan forum distributor guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasaran.
Sepanjang Januari 2026, Dewi menyebutkan Pemkot Bogor telah melaksanakan Pasar Murah sebanyak 19 kali, serta satu kali Gerakan Pangan Murah di berbagai lokasi.
“Pasar Murah di bulan Januari sudah dilaksanakan 19 kali dan GPM satu kali,” pungkasnya.
Upaya tersebut diharapkan mampu menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang periode cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi pasokan dan distribusi bahan kebutuhan pokok.(uma)
Editor : Alpin.