Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Adopsi Teknologi Jepang, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Targetkan Revolusi Sampah Plastik Jadi Energi di 2026

Kholikul Ihsan • Selasa, 27 Januari 2026 | 19:48 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Jepang bahas soal kerja sama pengelolaan sampah plastik.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Jepang bahas soal kerja sama pengelolaan sampah plastik.

RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie Rachim melakukan langkah strategis di kancah internasional guna menuntaskan persoalan sampah plastik di Kota Hujan.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama puluhan kepala daerah di Indonesia berada di Tokyo, Jepang, untuk menjajaki kerja sama ekonomi sirkuler mengenai sampah plastik, melalui program Establishing a Circular Economy Especially for Plastics in Indonesia (ENIC02).

Langkah yang diikuti Wali Kota Bogor Dedie Rachim ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pengelolaan limbah Kota Bogor melalui teknologi mutakhir Jepang, termasuk memperkuat rencana pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste to Energy.

Undangan resmi dari The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) ini menempatkan Kota Bogor sebagai salah satu prioritas nasional dalam transisi ekonomi sirkuler.

Fokus utamanya adalah bagaimana kemasan plastik tidak lagi menjadi beban TPA (Tempat Pembuangan Akhir), melainkan dikelola kembali secara sistematis dari hulu hingga ke industri daur ulang.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa program ini sangat krusial untuk membangun pemahaman fundamental mengenai tanggung jawab produsen dan alur pemilahan yang efisien.

Kota Bogor dinilai memiliki modal kuat dengan adanya Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 61 Tahun 2018 tentang pengurangan kantong plastik.

Melalui lokakarya di Jepang ini, Dedie ingin mengidentifikasi elemen-elemen sukses manajemen sampah Jepang, seperti kriteria penerimaan perusahaan daur ulang swasta untuk diterapkan di Bogor.

Rencana aksi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek PSEL Bogor, di mana sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya untuk energi listrik yang ramah lingkungan.

Keberangkatan Walikota Bogor bersama 30 peserta lainnya dari kementerian dan lembaga ini dipastikan tidak membebani anggaran daerah.

Seluruh biaya akomodasi dan transportasi selama berada di Jepang sepenuhnya dibiayai oleh pihak AOTS.

Hal ini menunjukkan kuatnya kemitraan antara Pemerintah Indonesia, di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dengan Pemerintah Jepang dalam menciptakan solusi berkelanjutan bagi masalah lingkungan global.

Output dari kunjungan ini bukan sekadar observasi. Delegasi Indonesia diwajibkan menyusun laporan hasil dan rencana aksi nyata.

Di Bogor sendiri, hasil pembelajaran dari Jepang ini akan diintegrasikan dalam kebijakan pengelolaan limbah terbaru guna mempercepat target Bogor menuju Zero Waste City.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #jepang #sampah plastik #Dedie Rachim