Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jadi Pilot Project Program Dahsat, Dapur di Kota Bogor Mampu Layani 100 Porsi Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan Balita

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:37 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji saat meninjau Dapur Dahsat di Kebon Pedes Kota Bogor.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji saat meninjau Dapur Dahsat di Kebon Pedes Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Kota Bogor menjadi wilayah percontohan dan uji coba program Dapur Sehat Atasi Stunting atau Dahsat. Lokasinya berada di Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal.

Program Dahsat itu sudah ditinjau langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, (Kemendukbangga) Wihaji pada Rabu 28 Januari 2026 siang.

Wihaji mengatakan uji coba program Dahsat akan berlangsung selama dua bulan. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu menyusui dan anak yang belum memasuki usia sekolah.

“D isini ada 100 penerima manfaat. Sasarannya ibu hamil, menyusui dan balita non Paud. Ini kami bedakan karena asupan gizinya berbeda,” jelasnya, Rabu 28 Januari 2026.

Program Dahsyat ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab belum semua wilayah tercover oleh program tersebut.

“Terutama di tiga wilayah. Pulau terpencil, terdalam dan terluar. Iniilah yang nanti akan kita diskusikan bersama BGN untuk menjawab wilayah yang belum terlayani MBG,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi hal yang paling penting dalam program Dahsyat ini. Namun unsur dari tenaga kesehatan juga tak luput untuk diikut sertakan.

“Kita libatkan masyarakat desa setempat termasuk di wilayah sini yang dimasak oleh ibu ibu yang didampingi oleh ahli puskesmas yang memastikan nanti asupan gizinya sesuai dengan kebutuhan,” jelas Wihaji.

Menu yang disajikan disesuaikan dengan penerima manfaatnya. Misalnya untuk balita, dapur tersebut membuat makanan stim yang dicampur dengan puding.

“Menu ini sudah dicek oleh ahli gizinya. Jadi ini stim yang dicampur dengan puding supaya membedakan dengan menu untuk anak-anaka sekolah,” beber Wihaji.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, program Dahsyat sebenarnya sudah lama berjalan di Kota Bogor. Namun skalanya masih terbatas.

“Hari ini ada pilot project dari kementerian. Karena sasaran MBG belum semuanya terjangkau. Tapi ini bukan berarti kita menyaingi MBG ya,”terang Jenal.

Jenal mengaku bersyukur daerah teritorialnya diberi kesempatan untuk melaksanakan pilot project tersebut. Ia menjelaskan ini jadi upaya untuk mempercepat pencegahan stunting.

“Ketika semua pihak atau lembaga mendorng program ini pencegahan stunting dapat lebih maksimal di Kota Bogor untuk zero new stunting. Kita lihat nanti perkembangannya selama dua bulan kedepan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #DAHSAT #Kebon pedes