RADAR BOGOR - Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) mempresentasikan perjalanan serta strategi pelestarian budaya bertajuk Golok Road to UNESCO kepada Kementerian Kebudayaan (Kemenbud).
Hal itu, sebagai bagian dari upaya mendorong senjata tradisional tersebut mendapat pengakuan dunia.
Rombongan GPSN yang dipimpin Ki Gatut Susanta bersama Suami Yanuar, Nur Ali, Asep Nurdin, dan Abdul Basit diterima langsung oleh Direktur Jenderal Diplomasi Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Raden Usman Effendi di lantai 11 Gedung Kementerian Kebudayaan.
Dalam pertemuan tersebut, GPSN memaparkan berbagai langkah yang telah dirintis dalam kampanye Golok Road to UNESCO, mulai dari koordinasi lintas institusi hingga sosialisasi ke berbagai komunitas budaya, khususnya di wilayah Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Gatut menjelaskan, GPSN juga tengah menjalankan program Golok Goes Campus yang melibatkan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Taman Siswa Yogyakarta serta Universitas Pakuan Bogor.
Gatut yang juga tokoh Bogor ini juga menyampaikan, pihak Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi atas inisiatif yang telah dilakukan GPSN sekaligus menjabarkan tahapan pengajuan warisan budaya ke UNESCO, baik yang ditempuh oleh satu negara maupun melalui kerja sama antarnegara.
Di akhir pemaparannya, Gatut menegaskan, perjuangan untuk melestarikan golok sebagai warisan budaya sudah dimulai secara nyata, tidak sebatas wacana atau mimpi belaka, melainkan telah memasuki fase awal yang konkret.
"Pejuang tidak tahu kapan akan merdeka, tapi yang jelas perjuangan sudah mulai dan ada titik awalnya bukan hanya bermimpi," pungkas Gatut. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim