Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Porprov Tak Sekadar Olahraga, Dispora Kota Bogor Ingin Dampak Ekonomi Terasa ke UMKM dan Hotel

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 28 Januari 2026 | 20:40 WIB
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor.

RADAR BOGOR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan sektor perhotelan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu 28 Januari 2026.

Menurut Anas, Komisi IV DPRD memberikan sejumlah masukan agar Porprov Jabar dapat dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah.

Untuk itu, Dispora mendorong kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dalam hal promosi dan penyediaan informasi bagi masyarakat.

“Teman-teman di Komisi IV ingin Porprov ini tidak hanya ramai secara olahraga, tapi juga berdampak ke ekonomi. Bisa dirasakan oleh UKM, hotel, dan sektor pendukung lainnya,” katanya.

Sebagai langkah awal, Dispora telah menyiapkan skema kemitraan dengan hotel-hotel di Kota Bogor yang akan menjadi tempat menginap kontingen Porprov.

Dispora bahkan tengah menyiapkan tautan khusus pendaftaran hotel mitra dengan sejumlah persyaratan.

Anas menjelaskan, hotel mitra Porprov diwajibkan memberikan harga khusus atau diskon bagi kontingen, menyediakan fasilitas antar-jemput ke lokasi pertandingan, serta menyiapkan ruang briefing secara gratis.

Selain itu, hotel juga diminta menghadirkan hiburan sederhana bagi tamu agar suasana lebih nyaman.

“Hotel juga kita minta siap dengan hiburan ringan, misalnya musik saat jam makan. Tujuannya supaya tamu Porprov merasa nyaman selama di Bogor,” ujarnya.

Untuk menjaga kepastian pemesanan dan menghindari kerugian pihak hotel, Dispora juga mewajibkan sistem uang muka atau down payment (DP) bagi kontingen yang melakukan pemesanan.

Hal ini penting agar hotel tidak dirugikan akibat pembatalan sepihak.

“Kurang lebih ada 27 hotel yang akan disewa. Karena itu, kita minta ada DP supaya hotel tidak menolak tamu lain tapi ternyata pemesanannya batal,” jelas Anas.

Selain aspek ekonomi, dalam rapat tersebut Dispora juga memaparkan progres pembangunan dan revitalisasi fasilitas olahraga, khususnya di kawasan GOR Pajajaran.

Pada tahun 2026, pembangunan Stadion Pajajaran akan memasuki tahap kedua dengan fokus pada pembangunan Tribun Barat senilai Rp31 miliar.

Pembangunan lanjutan Stadion Pajajaran akan diteruskan pada tahap ketiga di tahun 2027, meliputi penambahan lintasan atletik dari enam menjadi delapan lintasan agar memenuhi standar internasional, serta pembangunan tribun lainnya.

“Harapannya, dengan kesiapan infrastruktur dan konsep Porprov yang terintegrasi, Kota Bogor tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#umkm #Dispora Kota Bogor #Porprov Jabar