RADAR BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.
Rapat kerja Komisi IV di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu 28 Januari 2026 itu, untuk membahas kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur, mengatakan rapat kerja difokuskan pada evaluasi kesiapan Dispora dalam menghadapi Porprov 2026, termasuk kesiapan venue, pengelolaan anggaran, hingga kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Pembahasannya memang tentang kesiapan Dispora menghadapi Porprov 2026 yang rencananya digelar November. Selain itu, kami juga membahas hibah, pembangunan, serta pentingnya kolaborasi lintas OPD,” ujar Fajar.
Menurutnya, dengan besarnya anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan Porprov, DPRD berharap kegiatan tersebut dapat memberikan umpan balik nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor.
Dalam rapat kerja tersebut, Komisi IV juga menyoroti mekanisme pertanggungjawaban hibah serta kesiapan venue-venue yang akan digunakan untuk pertandingan dan latihan atlet.
DPRD meminta Dispora memberikan penjelasan lebih rinci terkait prosedur penggunaan fasilitas olahraga agar tidak mengganggu jadwal latihan atlet.
“Venue-venue yang akan dipakai, termasuk prosedur penggunaannya saat atlet berlatih, itu juga kami minta penjelasan. Termasuk potensi atlet dan proyeksi prestasi,” kata Fajar.
Fajar menambahkan, Kota Bogor menargetkan perolehan medali emas yang cukup ambisius pada Porprov 2026. Target optimistis dipatok sebanyak 120 medali emas, sementara target pesimistis berada di angka 80 medali emas.
Selain kesiapan Porprov, isu kesejahteraan pegawai Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) turut menjadi perhatian.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah, menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan pegawai GOM di tengah masifnya pembangunan infrastruktur olahraga.
“Jangan sampai kita hanya fokus pada pembangunan dan persiapan event besar, tetapi kesejahteraan pegawai GOM terabaikan,” ujar Zakiyatul.
Menanggapi hal tersebut, Dispora memastikan kesejahteraan pegawai GOM telah diperhatikan, mulai dari pembayaran gaji yang tepat waktu hingga kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, memaparkan progres dan rencana pembangunan sarana olahraga di kawasan GOR Pajajaran.
Pada 2026, pembangunan Stadion Pajajaran akan memasuki tahap kedua dengan fokus pembangunan Tribun Barat senilai Rp31 miliar.
“Pembangunan tahap kedua di 2026 fokus pada Tribun Barat. Selanjutnya akan dilanjutkan tahap ketiga di 2027,” kata Anas.
Tahap lanjutan tersebut meliputi penambahan lintasan atletik dari enam menjadi delapan lintasan agar memenuhi standar internasional, serta pembangunan tribun lainnya.
Dispora juga merencanakan pembangunan fasilitas baru berupa wall climbing senilai Rp2,4 miliar dan pembangunan GOM Bogor Barat dengan total anggaran Rp29 miliar.
“Rapat kerja ini menjadi bagian dari pengawasan DPRD agar persiapan Porprov 2026 berjalan matang, terukur, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat Kota Bogor,” pungkas Anas. (uma)
Editor : Yosep Awaludin