Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

SPPG Sindangrasa Bogor Timur Resmi Diluncurkan, Sasar Anak Sekolah hingga Ibu Hamil

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:18 WIB
Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan (baju putih) pemilik SPPG Sindangrasa, Kota Bogor, saat diwawancarai wartawan.
Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan (baju putih) pemilik SPPG Sindangrasa, Kota Bogor, saat diwawancarai wartawan.

RADAR BOGOR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, resmi diluncurkan pada Kamis, 29 Januari 2026.

Program ini menyasar anak sekolah hingga ibu hamil dan menyusui sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan penanganan stunting.

Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan, mengatakan target penerima manfaat SPPG Sindangrasa mencapai 2.500 orang.

Namun, pada tahap awal operasional, penyaluran akan dilakukan secara bertahap dengan sekitar 1.500 porsi per hari.

“Ini sesuai dengan petunjuk teknis. Tahap awal kami anggap sebagai uji coba selama kurang lebih satu minggu sebelum beroperasi penuh,” katanya.

Dari total 2.500 penerima manfaat tersebut, sebanyak 2.000 diperuntukkan bagi anak sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, termasuk sekolah swasta.

Sementara 500 porsi lainnya dialokasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari program penanganan stunting.

Iwan menjelaskan, jangkauan layanan SPPG Sindangrasa dibatasi hanya di wilayah sekitar Kecamatan Bogor Timur.

Pembatasan wilayah dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan optimal dan sesuai kapasitas dapur.

Dari sisi kesiapan, ia menyebut dukungan dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah terpenuhi.

Pendanaan telah tersedia dan pihaknya kini fokus pada persiapan produksi serta penyaluran makanan bergizi.

Terkait bahan baku dan tenaga kerja, SPPG Sindangrasa memprioritaskan pemanfaatan UMKM dan koperasi lokal sesuai ketentuan juknis.

Langkah ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga sekitar.

“Sekitar 70 persen tenaga kami adalah relawan lokal, totalnya 47 orang. Sisanya adalah tenaga profesional, yaitu Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir dalam kegiatan grand opening menegaskan pentingnya pengawasan dan kepatuhan terhadap standar operasional serta regulasi.

Ia menyebut, peluncuran ini belum diikuti dengan operasional penuh.

“Ini baru grand opening. Dapur belum beroperasi menyalurkan makanan. Minggu depan diharapkan sudah steril dan seluruh CCTV terpasang,” ujarnya.

Jenal juga menyoroti pentingnya sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur MBG di Kota Bogor.

Dari sekitar 90 dapur yang ada, baru 31 dapur yang telah mengantongi sertifikat tersebut.

“Minggu depan kami akan rapat dengan seluruh SPPG se-Kota Bogor untuk mengetahui kendala yang dihadapi, karena SLHS ini wajib,” tegasnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan Kota Bogor saat ini memiliki 90 dapur MBG dengan sasaran sekitar 138 ribu penerima manfaat.

Target ke depan mencapai 300 ribu penerima dengan sekitar 140 dapur.

Pemkot Bogor, kata Jenal, siap mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai tujuan.

Sebab ini adalah program nasional sehingga harus dipastikan keberhasilannya.

"Harus kita kawal bersama agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #SPPG #Sindangbarang