RADAR BOGOR — Longsor yang terjadi Kamis sore 29 Januari 2026 di dua titik di Kota Bogor, yakni di wilayah Cilebut dan Kebon Pedes terlihat cukup parah.
Setengah badan jalan di Cilebut dan Kebon Pedes tidak dapat digunakan dan sempat memicu kemacetan panjang, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Pantauan di lapangan, longsoran yang terjadi di Cilebut dan Kebon Pedes menyebabkan sebagian badan jalan ditutup. Kini bekas longsoran itu ditutup menggunakan terpal dan dipasang garis polisi di sekitarnya.
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dibantu warga setempat melakukan pengaturan lalu lintas secara manual guna mencegah kemacetan semakin parah. Arus kendaraan dilaporkan tersendat, dengan antrean mengular di kedua arah.
Selain pengaturan lalu lintas, proses pembersihan material longsor juga mulai dilakukan.
Petugas dari UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat bersama PUPR Kota Bogor tampak membersihkan bekas longsoran.
Sejumlah pohon yang tumbang hingga jatuh ke dasar jurang turut dipotong dan diangkat karena menghambat aliran air.
Pengelola SDA UPTD Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane Dinas SDA Jawa Barat, Yulianti Juhendah, mengatakan saat ini fokus penanganan masih pada pembersihan material longsor di kedua lokasi.
Menurutnya, tingkat kerusakan secara detail belum bisa dipastikan sebelum proses pembersihan selesai dilakukan.
“Untuk saat ini masih dilakukan pembersihan lokasi oleh UPTD PSDA dan PUPR Kota Bogor. Setelah bersih, baru bisa terlihat seberapa parah kerusakannya,” katanya.
Ia menjelaskan, di lokasi Kebon Pedes, panjang longsoran mencapai sekitar 15 meter dengan tinggi tebing yang longsor sekitar 13 mmeter.
Selain itu, terdapat pohon tumbang yang menutupi lajur aliran air dan berpotensi menimbulkan sumbatan jika tidak segera ditangani.
Sementara di wilayah Cilebut, berdasarkan laporan petugas di lapangan, terdapat satu bangunan liar dalam kondisi kosong yang terdampak material longsoran. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Terkait estimasi waktu penanganan, Yulianti menyebut proses pembersihan dan penanganan darurat diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari.
“Mudah-mudahan sekitar tiga hari bisa selesai. Tapi maksimal penanganan bisa sampai tujuh hari,” katanya.
Warga dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi lokasi longsor serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pemerintah daerah juga meminta masyarakat waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah Bogor masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. (uma)
Editor : Yosep Awaludin