RADAR BOGOR — Pemerintah Kota Bogor resmi meluncurkan Program Bekal Lansia Tangguh Kota Bogor Tahun 2026 di Aula Balai Rakyat DPRD Kota Bogor, Jumat 30 Januari 2026.
Program ini untuk mendorong lansia agar tetap berdaya, mandiri, dan berperan aktif di tengah keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan launching tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bogor bersama ICMI Orda Kota Bogor, Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, serta Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Kota Bogor.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera DPPKB Kota Bogor, Arief Rachman Badrudin, menjelaskan program Bekal Lansia Tangguh merupakan program baru yang pertama kali digelar di Kota Bogor.
Berbeda dengan program lain yang menyasar generasi muda, kali ini memfokuskan pembinaan bagi kelompok lanjut usia.
“Pesertanya adalah 40 orang lansia yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Program ini tidak berhenti pada launching saja, tetapi akan dilaksanakan secara berkesinambungan selama satu tahun,” katanya.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan pembinaan akan dimulai pada Februari dan berlangsung hingga November 2026.
Pada akhir program, para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan mengikuti wisuda pada Desember mendatang.
Menurut Arief, program Bekal Lansia Tangguh mengusung tema “Lansia Berdaya, Bahagiakan Diri, Keluarga, dan Masyarakat.”
Tema tersebut sejalan dengan semangat Pemkot Bogor untuk mengubah paradigma tentang lansia, dari yang sebelumnya hanya dilayani menjadi lansia yang mampu berkontribusi.
“Tagline LLI itu ‘Lansia Berperan, Bukan Beban’. Agar bisa berperan, tentu lansia harus sehat, punya keterampilan, dan kekuatan spiritual,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari pemeriksaan dan edukasi kesehatan oleh Dinas Kesehatan, hingga pelatihan vokasi seperti bercocok tanam dan beternak yang difasilitasi Dinas Pertanian.
Selain itu, penguatan spiritual juga menjadi bagian penting dalam program ini.
Pada kegiatan launching, materi penguatan spiritual bagi lansia disampaikan oleh perwakilan ICMI Kota Bogor, Dr Arijulmanan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala DPPKB Kota Bogor, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, perwakilan kecamatan se-Kota Bogor, serta Tim Penggerak PKK Kota Bogor.
Arief menegaskan, penanganan isu lansia tidak bisa dilakukan oleh satu perangkat daerah saja.
Karena itu, DPPKB melibatkan berbagai pihak lintas sektor dan organisasi kemasyarakatan.
“Harapan kami, lansia di Kota Bogor tidak hanya sekadar dilayani, tetapi menjadi lansia yang berdaya, tangguh, dan mandiri, sehingga tidak menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, maupun negara,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.