RADAR BOGOR - Tim gabungan mulai mencari keberadaan remaja yang diduga lompat dari atas jembatan di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat 30 Januari 2026.
Tim merupakan gabungan dari Basarnas, Damkar Kabupaten Bogor hingga BPBD Kota Bogor. Dalam prosesnya mereka menggunakan perahu karet.
Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan pencarian dimulai melalui visualisasi darat. Langkah ini sudah dilakukan pada pukul 11.00 WIB tadi.
“Pukul 14.00 WIB kami mulai lagi, melihat kita lakukan pengarungan air Cisadane kita bagi ke beberapa titik. Cuaca lebih cerah TMA Cisadane 40 Cm,” jelas Dimas.
Dimas mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi lokasi yang diduga jadi titik korban lompat. Sehingga pihaknya belum melakukan langkah penyelaman.
“Penyelaman bisa dilakan bila mana ada satu titik yang dicurigai disitu, tapi hal itu belum menjadi opsi,” kata Dimas saat dimintai keterangan awak media, Jumat 30 Januari 2026.
Hingga saat ini proses pencarian masih belum membuahkan hasil. Namun Dimas memberikan garansi pihaknya akan terus melakukan langkah tersebut.
“Hasil visualiasi temen-temen masih negatif tapi kita ikhtiar aja sambil melakukan pengalunan agar bisa lebih mendalam. Mudah-mudahan airnya bagus terus,” ucap Dimas.
Diinformasikan sebelumnya, remaja yang diduga lompat masih berusia 16 tahun. Ia merupakan warga asal Ciomas yang masih duduki dibangku sekolag menengah atas.
Kapolsek Bogor Barat, AKP Didin Komarudin menjelaskan insiden itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 malam.
Sebelum lompat, korban diketahui sempat berbincang dengan rekannya di Laladon. Lokasi tersebut merupakan kediaman rekan korban.
“Sekitar jam 18.30 wib setelah hujan reda rekan lainnya ingin pamit pulang. Saat perjalanan pulang korban meminta rekannya untuk melewati Jalan Ibnu Aqil,” jelasnya
Setibanya di lampu merah Kelurahan Loji, korban kembali meminta rekannya untuk melintas ke arah RSUD Kota Bogor. Sebelum sampai jembatan korban meminta berhenti.
“Setelah berhenti korban turun dan berlari ke tengah jembatan kemudian melompat kedalam sungai yang saat itu arus sungai sangat deras dan kencang,” ujarnya.
Rekan korban sempat mengejar dan beralari ke arah jembatan. Ia kemudian kembali ke rumah rekan lainnya yang berada di Laladon untuk meminta pertolongan.
“Bersama dengan lima orang rekan lainnya mereka kembali menuju jembatan Darul Quran untuk mencari korban,” kata Didin pada Radar Bogor, Jumat 30 Januari 2026.
Namun upaya mereka nihin. Korban tidak berhasil ditemukan. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke salah satu panti asuhan.
“Korban memang tinggal di panti asuhan karena yatim piatu. Saat lompat ia dikabarkan menggunakan seragam Pramuka. Kami hingga saat ini masih melakukan pencarian,” terang Didin.
Berdasarkan kesaksian rekannya, korban disebut Didin diduga mengalami gangguan psikologis. Kondisi itu dipicu akibat status sosialnya yang yatim piatu.
“Bahkan menurut keterangan saksi atau rekannya korban ini sempat bilang pingin mati atau mengakhiri hidup. Kami bersama BPBD masih melakukan pencarian,” pungkasnya.(bay)
Editor : Alpin.