Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Minim Pengawasan Digital, Ruang Aman Sejiwa Dorong Pencegahan Kekerasan Anak di Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 1 Februari 2026 | 11:38 WIB
Pembukaan Ruang Aman Sejiwa di Kota Bogor.
Pembukaan Ruang Aman Sejiwa di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Yayasan Sejiwa menghadirkan Ruang Aman Sejiwa sebagai pusat edukasi dan pendampingan berbasis masyarakat di Kota Bogor.

Ruang Aman Sejiwa berlokasi di Jalan Aria Surialaga Cibalagung, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dan berada di lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Mustarih.

Fasilitas Ruang Aman Sejiwa ini disiapkan sebagai ruang aman bagi warga yang membutuhkan informasi, konsultasi, hingga pendampingan kasus kekerasan pada anak dan keluarga.

Ketua Yayasan Sejiwa, Retno Wahyuni, mengatakan kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak terus menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

Salah satu penyebabnya adalah lemahnya kontrol orang tua terhadap penggunaan gawai dan akses media digital pada anak.

“Anak sekarang sangat dekat dengan HP. Tanpa pendampingan, ruang digital bisa menjadi pintu masuk kekerasan, terutama bullying,” ujarnya.

Retno menjelaskan, Yayasan Sejiwa berdiri sejak 2004 dan fokus pada isu perlindungan anak serta pendidikan karakter.

Edukasi yang dilakukan tidak hanya menyasar anak, tetapi juga orang tua dan tenaga pendidik agar lebih peka terhadap pola pengasuhan di era digital.

Menurutnya, kekerasan pada anak kerap tidak terdeteksi karena terjadi secara tertutup, baik di sekolah maupun di rumah.

Karena itu, Ruang Aman Sejiwa dihadirkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kasus.

Koordinator Yayasan Sejiwa Wilayah Bogor, Aldilah Rahman, mengatakan Ruang Aman Sejiwa merupakan bagian dari program pendampingan berbasis masyarakat yang telah berjalan selama tiga tahun di Kota Bogor.

“Ruang ini terbuka bagi siapa saja. Masyarakat bisa datang untuk berkonsultasi, mencari informasi, atau meminta pendampingan,” katanya.

Aldilah menegaskan, penanganan kekerasan pada anak tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, sekolah, aparat, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu dibekali pemahaman soal pengasuhan dan penggunaan teknologi digital,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #Yayasan Sejiwa #Ruang Aman Sejiwa