RADAR BOGOR – Keterbatasan akses layanan kesehatan di luar jam kerja kerap menjadi kekhawatiran masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Pemkot Bogor menyiagakan enam Puskesmas yang beroperasi selama 24 jam penuh.
Kebijakan beroperasinya Puskesmas 24 jam ini bertujuan memastikan warga Kota Bogor tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dasar secara cepat, aman, dan terjangkau kapan pun dibutuhkan, termasuk pada malam hari, akhir pekan, hingga hari libur nasional.
Enam Puskesmas yang beroperasi nonstop tersebut tersebar di sejumlah titik strategis dan mewakili seluruh wilayah kecamatan.
Keberadaannya diharapkan menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat yang mengalami kondisi gawat darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Berdasarkan informasi resmi Pemkot Bogor, layanan Puskesmas 24 jam ini tidak hanya menyediakan pengobatan umum, tetapi juga penanganan medis dasar yang bersifat mendesak.
Berikut daftar enam Puskesmas di Kota Bogor yang buka selama 24 jam beserta nomor kontak layanan:
Puskesmas Tanah Sareal berlokasi di Jalan RM Tirto Adhi Soerjo Nomor 3, Kecamatan Tanah Sareal. Nomor layanan (0251) 8346053.
Puskesmas Bogor Utara berada di Jalan Raden Kan’an, RT 07 RW 05, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Nomor kontak (0251) 8363644.
Puskesmas Cipaku melayani wilayah Bogor Selatan dan beralamat di Jalan Raya Cipaku Nomor 1. Nomor layanan (0251) 8348076.
Puskesmas Pasir Mulya berlokasi di Jalan Pasir Mulya 3 Nomor 30, RT 01 RW 07, Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat. Nomor layanan (0251) 8638926.
Puskesmas Bogor Timur terletak di Jalan R.H. Soelaeman A. Kartadjoemena Nomor 6, Kelurahan Baranangsiang. Nomor kontak (0251) 8358271.
Sementara itu, Puskesmas Bogor Tengah berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Telepon Nomor 1, RT 03 RW 01, Kelurahan Pabaton. Nomor layanan (0251) 8326540.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menjelaskan layanan 24 jam ini sudah mulai beroperasi sejak 1 Oktober 2025.
Puskesmas yang dipilih akan melayani masyarakat selama 24 jam penuh, termasuk malam hari, akhir pekan, dan hari libur nasional.
“Penyelenggaraan UGD 24 jam ini dibuka untuk menjamin tersedianya pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkesinambungan kepada masyarakat, khususnya dalam keadaan darurat medis,” katanya melalui keterangan tertulis, Senin 2 Januari 2026.
Ia menegaskan, Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam penanganan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan segera.
Berdasarkan hasil evaluasi kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia, enam Puskesmas di Kota Bogor dinilai telah memenuhi kriteria untuk memberikan layanan UGD 24 jam.
Adapun layanan yang tersedia meliputi penanganan kasus gawat darurat medis dasar, pertolongan pertama pada kecelakaan, penanganan kegawatdaruratan non-bedah, stabilisasi pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit, serta layanan observasi singkat sesuai indikasi medis.
Dinas Kesehatan Kota Bogor juga memastikan kesiapan layanan melalui dukungan tenaga kesehatan terlatih yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga pendukung dengan sistem kerja shift 24 jam.
Selain itu, sarana dan prasarana UGD, obat-obatan esensial, hingga ambulans rujukan juga telah disiapkan, termasuk koordinasi dengan rumah sakit di Kota Bogor.
Meski demikian, Erna mengakui masih ditemukan warga yang datang ke layanan UGD 24 jam dengan kondisi yang tidak termasuk kegawatdaruratan.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya tetap mengedepankan pelayanan secara humanis dan edukatif dengan menerapkan sistem triase sesuai prosedur.
“Kasus yang tidak bersifat darurat tetap dilayani, namun diarahkan kembali ke jam pelayanan reguler agar fungsi UGD tetap optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanah Sareal, drg. Masayu Rubianti, menyebut layanan UGD 24 jam di Puskesmas Tanah Sareal sebelumnya sempat diterapkan sebelum 2023, namun berhenti akibat perubahan regulasi.
“Dengan terpilihnya wali kota baru, layanan UGD 24 jam kembali dibuka dan mewakili enam kecamatan sebagai bagian dari program quick wins Wali Kota Bogor,” ujarnya.
Masayu menambahkan, layanan UGD 24 jam di Puskesmas Tanah Sareal mulai berjalan sejak Oktober 2025 dengan dukungan anggaran dari APBD.
Untuk menunjang operasional, pihaknya juga merekrut tenaga non-ASN khusus pelayanan gawat darurat.
“Pelayanan ini difokuskan untuk kasus darurat seperti kecelakaan, gigitan hewan, persalinan, gangguan jantung, hingga layanan jemput dan antar pasien di wilayah,” katanya.
Meski animo masyarakat cukup tinggi, Masayu mengakui masih terdapat kendala berupa kasus false emergency, yakni warga yang datang untuk berobat seperti layanan poli.
“Tetap kami layani dengan pemberian obat dan edukasi agar datang kembali ke poli pada jam pelayanan pagi,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan UGD 24 jam secara bijak dan sesuai peruntukan. Untuk kondisi darurat, masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat 119. (uma)
Editor : Yosep Awaludin