RADAR BOGOR - Harga eceran MinyaKita di Kota Bogor meroket jelang Ramadhan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang menjual di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh Hendi (30) pedagang di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Ia sendiri baru satu hari menjual MinyaKita, satu kemasannya dibanderol dengan harga Rp20 ribu.
“Kalau botolan Rp18 ribu kalau yang kemasan Rp20 ribu, yang botolan itu isinya 900 mili (ml) tapi kalau yang kemasan 1 liter,” jelas Hendi kepada Radar Bogor.
Barang tersebut ia dapat dari salah satu distributor, meski mengalami lonjakan, Hendi mengaku tidak mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Ada yang masukin cuma saya gak tahu dari mana, biasanya bos yang pesan, alhamdulillah tapi ada aja yang beli mah,” kata Hendi saat ditemui, Selasa, 3 Februari 2026.
Kondisi serupa juga dilakukan oleh Ijul, pria berusia 28 tahun itu mengaku biasa menjual MinyaKita dengan harga Rp18 ribu dan hal ini disebutnya karna MinyaKita langka.
“Kalau yang disuplai dari pasar sendiri kami jual Rp15.700 per liter, cuma barangnya langka, akhirnya kami beli dari distrbutor harganya modalnya lebih mahal,” beber Ijul.
Kepala Unit Pasar Jambu Dua Perumda PPJ, Iwan Arip Budiman mengatakan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ada diangka Rp15.700, hanya saja barangnya sulit.
“Kalau yang kami distribusikan itu harganya tetap yaitu Rp15.700, cuma kan itu terbatas. Biasanya setiap toko kami distribusi dua dus aja,” terang Iwan.
Iwan mengatakan pihaknya tidak bisa membatasi hak pedagang untuk mendapatkan MinyaKita. Ia berharap kuota pengiriman ke PPJ lebih banyak.
“Biasanya dalam dua sampai tiga hari kami dikirim 10 dua, kalau ada lima pedagang maka masing-masing dua dus. Itu ga sampai 15 menit langsung habis,” terang Iwan.
Ia tidak menampik bahwa masih ada pedagang yang mengambil stok MinyaKita dari distributor lain dengan harga jualnya yang naik dibanding bulan lalu.
“Bulan Januari itu kami monitor Rp17 ribu ya, yang disuplai oleh distributor, tapi sekarang ada yang menjual Rp18 ribu bahkan tadi ada yang sampai Rp20 ribu,” ucapnya.
Sementara itu Direktur Utama PPJ, Jenal Abidin mengatakan pihaknya tidak bisa serta merta menambah kuota pengiriman MinyaKita sebab semua sudah dibagi-bagi.
“Kalau masuk ke kami itu dalam sebulan ada lima kali pengiriman, setiap pengiriman 600 dus jadi dalam sebulan 3.000 dus yang kami kirim, jadi mereka hanya mampu ngirin segitu,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati