RADAR BOGOR - Pencarian MD bocah yang hanyut di aliran Sungai Cisadane Kelurahan Gunung Batu dihentikan sementara dan kondisi ini dipicu akibat aliran sungai yang deras, Selasa, 3 Februari 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan SAR gabungan sudah melakukan beberapa metode pencarian, mulai dari penyelaman hingga teknik blender.
“Tadi kami juga sampai melakukan pemutaran air atau teknik blender tapi karena aliran air juga deras, sehingga belum memungkinkan,” jelas Dimas.
Arus Sungai Cisadane juga membuat jaring yang dipasang jebol dan menurut Dimas sejak mulai pencarian sudah tiga kali jaring yang dipasang dijebol air.
“Tadi tim sudah melakukan penyelaman di beberapa titik, tapi di bawah juga ternyata ada sedongan, ini juga jadi kendala,” terang Dimas di lokasi, Selasa, 3 Februari 2026.
Proses pencarian akan dilanjut esok hari, Selasa, 3 Februari 2026 dan Dimas menyebut pihaknya akan berupaya melakukan berbagai skema pencarian.
“Kalau cuaca bagus kita bisa optimalkan semua, bisa menggunakan perahu, perahu motor dan segala daya dan upaya,” ujar Dimas.
Tim SAR gabungan disebut Dimas akan tetap stay di posko dekat aliran Sungai Cisadane, mereka akan melakukan pemantauan atau visualisasi darat.
“Besok titik akan kami perluas, tidak hanya terfokusi di sini, belajar dari pengalaman kita bagi beberapa regu, ada yang visualisasi darat ada juga yang air,” ujar Dimas.
Sebelumnya diberitakan seorang bocah yang hanyut di aliran Sungai Cisadane masih berusia 8 tahun saat bermain air dengan tiga orang rekannya.
“Iya dia lagi berenang sama teman-temannya, lalu korban terseret aliran sungai Cisadane,” kata Dimas.
Kakak korban sempat berusaha untuk menyelamatkan tetapi upayanya belum membuahkan hasil. Unit siaga SAR pun ikut diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap bocah yang hangut di Sungai Cisadane Kota Bogor.(bay)
Editor : Eka Rahmawati