RADAR BOGOR - Penyakit kanker masih menghantui warga Kota Bogor. Dinas Kesehatan mencatat dalam satu tahun jumlah pengidapnya tembus diangka 1.951 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena mengatakan data pengidap penyakit kanker tersebut dihimpun sepanjang 2025. Informasinya didapat dari laporan rumah sakit dan Puskesmas.
“Jumlah kasus kanker di Kota Bogor pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.951 kasus dengan 103 kematian,” beber Erna pada Radar Bogor, Rabu 4 Februari 2026 siang.
Ada lima jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor. Di antaranya kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kolorektal, kanker prostat, dan kanker paru.
Erna menjelaskan kanker tidak hanya persoalan medis, tetapi juga masalah sosial, kemanusiaan. Penyakit ini disebutnya sudah jadi masalah global dan nasional.
Berdasarkan data Kemenkes, kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dengan angka kematian mencapai 9,6 juta jiwa setiap tahun.
“Sementara IARC tahun 2023 mencatat jumlah kasus baru kanker di Indonesia mencapai 408.661 kasus dengan 242.988 kematian,” terang Erna dalam keterangan tertulisnya.
Peningkatan kasus kanker dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama perubahan pola hidup, kemudian prilaku konsumsi makanan yang tidak sehat.
“Kurangnya aktivitas fisik, paparan asap rokok, faktor lingkungan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya upaya deteksi dini,” jelas Erna.
Pengendalian kasus kanker dipandang Erna bukan satu hal yang mudah. Rendahnya cakupan deteksi dini, hingga tingginya stigma negatif penyakit kanker jadi tantangan besar.
Namun Erna memberikan garansi pihaknya tidak kehabisan akal. Sedikitnya ada empat strategi yang disiapkan untuk mengendalikan penyakit kanker di Kota Bogor.
“Misalnya rutin melakukan edukasi soal gerakan hidup sehat, kemudian pengecekan kesehatan gratis, peningkatan kualitas SDM tenaga medis, hingga pelayanan humanis,” ujarnya.
Erna menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor unruk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dan rutin mengecek kesehatan secara berkala.
“Masyarakat diharapkan tidak ragu untuk memanfaatkan layanan skrining dan deteksi dini kanker di fasilitas pelayanan Kesehatan terutama Puskesmas,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin