RADAR BOGOR - Pembangunan trase baru di Batutulis amat dinanti warga. Akses ini dinilai vital bagi warga yang hendak melintas ke arah Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.
Harapan pembangunan trase baru Batutulis disampaikan warga lewat banner.
Tulisan tersebut dipasang di salah satu pagar yang di Kelurahan Lawang Gintung.
Warga mencantumkan tanda tangannya di banner tersebut. Dalam tulisannya disampaikan pembangunan jalan pengganti bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
Harapan serupa juga diutarakan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Ia meminta agar proses lelang pembangunan trase Batutulis dapat dimulai sebelum Maret.
“Mudah-mudahan sebelum Maret atau pada saat puasa lelang itu secepatnya dilakukan oleh Provinsi Jabar,” ujar Jenal pada awak media, Jumat 6 Februari 2026.
Jenal menuturkan lelang trase baru Batutulis masih dalam proses. Pemerintah Provinsi bersama PUPR Kota Bogor tengah menyesuiakan perencanaan asistensi.
“Minggu depan PUPR Kota Bogor diundang oleh Provinsi dan berikutnya kita usulkan agar segera proses lelang dilakukan,” terang Jenal.
Jenal berharap pembangunan trase baru Batutulis dapat dilakukan tepat waktu, sesuai dengan janji Gubernur Jawa Barat Dedie Mulyadi.
“Kami sangat mengharapkan Provinsi bisa lebih cepat dan tepat waktu dalam pengerjaan trase baru tersebut,” ucap Jenal.
Pembangunan trase Batutulis sendiri merupakan proyek kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kota Bogor.
Mereka memiliki tugas yang berbeda. Pembangunan kontruksi jalan disebut Jenal menjadi kewenangannya Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Iya itu dicover oleh provinsi. Sesuai dengan janji pa Gubernur Rp22,5 miliar oleh Pemprov Jabar. Ini disampaikan beliau saat berkunjung ke Bondongan,” ujar Jenal.
Sementara Pemerintah Kota Bogor berkewajiban untuk mengadakan lahan. Tahapan ini disebut Jenal sudah rampung pada tahun 2025 silam.
“Pembebasannya sudah selesai di PUPR Kota Bogor di tahun 2025 akhir perubahan dan ditahun 2026 ini pengerjaan trase baru oleh Pemprov Jabar,” ungkap Jenal.
Lahan tersebut semula dimiliki oleh 3 warga. Luasnya mencapai 4.711 meter. Biaya yang dikeluarkan Pemkot Bogor untuk pembebasan lahan mencapai Rp19,991.500.000.(bay)
Editor : Alpin.